BORNEONEWS, Sukamara - Mayat tanpa identitas yang ditemukan warga tergelat di pinggir pantai Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara pada Sabtu (25/06) pukul 13.00 WIB, ternyata adalah Catur Prasetyo, 33. Korban merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Nusantara Dolpin 1 yang tenggalam di perairan Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu.

Kepastian identitas tersebut diperoleh dari dua AKB KM Nusantara Dolpin 1 yang datang langsung ke Sukamara sekitar 23.30 WIB dengan mengenali pakaian yang dikenakan mayat.

Febri Reza, salah satu rekan korban mengatakan bahwa mereka menyakini bahwa mayat tersebut adalan Catur Prasetyo yang menjadi korban tenggelam KM Nusantara Dolpin 1.

“Kami yakin itu teman kami dari pakaian yang dikenakan terakhir oleh almarhun, itu celana kolor warna abu-abu dengan garis merah dan baju yang biasa dipakai korban,” ujar Febri Reza.

Febri menjelaksan, pakaian yang dikenakan oleh mayat tanpa identias tersebut memang persis dengan pakaian yang digunakan oleh rekannya yang hilang. Baik dari baju, hingga celana semuanya sama seperti yang biasa dipakai oleh korban terakhir sebelum tenggelamnya kapal.

“Iya, itu memang rekan kami. Kita sama-sama bekerja di bagian mesin,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Sukamara AKBP Rede M Sinambela menarangkan jika tim dari Pangkalan Bun yang terdiri dari Basarnas Kotawaringin Barat, TNI AL Kobar, ABK serta perwakilan KM Nusantara Dolpin 1 tiba di Sukamara untuk memastikan identitas mayat yang ditemukan oleh warga di pantai Sungai Damar itu apakah salah satu dari awak kapal KM Nusantara Dolpin 1 yang hilang.

“Setelah dilakukan pengecekan dan dipastikan salah satu AKB yang hilang, maka jenazah tersebut langsung dibawa ke Pangkalan Bun” ujar Rade. (MG-13/m)