JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar telah memberikan persetujuan kepada Bahlil Lahadalia untuk menjadi formatur tunggal. Dengan keputusan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut tinggal selangkah lagi untuk menjabat sebagai ketua umum baru partai yang dikenal dengan simbol pohon beringin. Ketua Pimpinan Sidang Munas XI, Adies Kadir, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Bahlil datang dari berbagai kalangan pemilik suara, termasuk DPD I, DPD II, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, hingga organisasi sayap. Sebagian besar pihak terkait telah sepakat dan mendukung agar Bahlil menjadi Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2024 hingga 2029. Dalam pernyataannya, Adies menambahkan, "Apabila terdapat calon yang memperoleh dukungan 50 persen plus satu dari pemegang hak suara, maka secara otomatis individu tersebut akan dinyatakan sebagai ketua umum atau ketua formatur." Pernyataan ini disampaikannya pada saat konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Dengan status sebagai formatur tunggal, Bahlil kini memiliki kewenangan untuk menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar untuk periode mendatang secara mandiri. Sebelumnya, Munas ini juga telah memutuskan untuk melengserkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar yang sebelumnya dipimpin oleh Airlangga Hartarto dan sementara waktu dipimpin oleh Agus Gumiwang Kartasasmita. Agenda Munas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/8), yang akan mencakup komisi program umum, rekomendasi, serta pernyataan politik. Rangkaian kegiatan ini akan diakhiri dengan penetapan ketua umum baru. Sebelumnya, Partai Golkar telah memastikan bahwa kader mereka, Bahlil Lahadalia, akan menjadi calon tunggal dalam pemilihan Ketua Umum pada Musyawarah Nasional XI. Dalam proses pendaftaran yang berlangsung, disebutkan ada dua individu yang mencalonkan diri, yaitu Ridwan Hisjam dan Bahlil Lahadalia. Namun, setelah dilakukan verifikasi berkas, hanya Bahlil yang dinyatakan memenuhi syarat untuk maju. ANTARA