BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama dengan Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kalsel baru-baru ini menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah berhasil membentangkan kain batik tradisional yang terkenal, yakni Sasirangan, dengan panjang terpanjang di dunia. Acara tersebut berlangsung di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru pada hari Selasa. Sebanyak 6.127 peserta, yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum berpartisipasi dalam kegiatan mempersembahkan kain Sasirangan yang memukau. Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah atau yang akrab disapa Acil Odah, menghadiri acara tersebut didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, serta sejumlah pejabat dinas terkait yang turut menyaksikan proses pembentangan kain. Dalam acara tersebut, Acil Odah beserta rombongan menggunakan mobil golf melintasi sejumlah lokasi, termasuk Jalan Kantor Pengadilan Tinggi Banjarmasin dan beberapa kantor dinas daerah lainnya. Verifikasi oleh tim MURI mencatat bahwa panjang kain Sasirangan tersebut mencapai 6.008 meter dengan total 107 motif yang berbeda. Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada Acil Odah dan Sekda Provinsi Kalsel dalam suasana penuh kebanggaan di Perkantoran Gubernur Kalsel. Acil Odah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya Kalimantan Selatan. Ia berharap agar kain Sasirangan tetap lestari dan dikenal hingga generasi yang akan datang. Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan Sasirangan sebagai kain tradisional yang memiliki nilai historis yang tinggi. Lebih lanjut, Acil Odah menjelaskan bahwa kain Sasirangan telah terdaftar sebagai Indikasi Geografi milik Kalimantan Selatan melalui Kementerian Hukum dan HAM, dan telah mendapatkan status hak cipta. Penghargaan dari MURI ini dianggap sebagai hasil kolaborasi yang solid antara berbagai elemen di Kalsel. Acil Odah berharap penghargaan ini bisa meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung dan menikmati keindahan wisata serta budaya yang ada di Kalimantan Selatan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Kalsel juga menampilkan Tarian Sinoman Hadrah dan Tarian Suku Dayak Mandau Telabang sebagai wujud cinta terhadap pelestarian budaya daerah, serta memperingati Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel dan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. ANTARA