JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Mantan pemain profesional dan legenda bola basket Indonesia, Denny Sumargo, mengungkapkan betapa ia sangat mengingat pertandingan final klasik antara Aspac, yang kini dikenal dengan nama Stapac Jakarta, melawan Satria Muda Jakarta. Pertarungan antara kedua tim ini selalu berlangsung dengan sengit dan penuh tekanan. Dalam keterangannya yang dipantau melalui laman Indonesian Basketball League (*IBL*), Denny menjelaskan bahwa kadar persaingan yang tinggi antara kedua klub menjadikan setiap pertandingan menghadirkan tensi yang luar biasa. "Saya telah meraih gelar juara sebanyak empat kali bersama Aspac dan dua kali bersama Satria Muda," ujar Denny, yang kini dikenal sebagai aktor dan pembawa acara. Dia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa selama membela kedua tim tersebut, para pemain selalu merasakan satu dorongan besar untuk menang. Ini, menurutnya, berkontribusi pada tingginya tekanan di lapangan saat pertandingan berlangsung. "Kadang-kadang, saya tidak bisa tidur sehari sebelum pertandingan karena tekanan yang saya rasakan," lanjut pria asal Sulawesi Selatan ini. Denny juga mengenang pertemuan terakhir antara Stapac dan Satria Muda pada tahun 2019. Dalam pertandingan final tersebut, dia menilai gim pembuka yang menggunakan format *best of three* akan menjadi momen yang sangat menentukan. Menurutnya, tim yang menang di gim pertama memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai juara. "Ini adalah laga yang krusial," imbuhnya. Dia menekankan bahwa, meskipun Stapac tampil sangat dominan dalam musim reguler, rasa percaya diri yang berlebihan bisa menjadi bumerang bagi mereka. "Sangat sulit memprediksi hasil akhir. Jika mereka *over confidence*, itu bisa menjadi malapetaka," katanya, merujuk pada kemungkinan yang ada. Lebih lanjut, motivasi pemain Satria Muda juga sangat besar, karena mereka akan bertanding di hadapan pendukungnya sendiri. Denny Sumargo, yang memutuskan untuk pensiun pada tahun 2013, kini berkarier di dunia hiburan dan menjadi salah satu sosok yang dikenal dalam industri tersebut. Di dunia bola basket, Denny telah mencatatkan namanya sebagai salah satu legenda melalui banyak prestasi bersama klub dan tim nasional. Dia berhasil meraih enam kejuaraan di kompetisi nasional, yang sekarang dikenal sebagai *IBL*, dan tiga kali terpilih sebagai Most Valuable Player (*MVP*). Selain itu, dia juga dinobatkan sebagai *the best defender* sebanyak dua kali dan pernah memenangkan kontes *slam dunk*. ANTARA