**Borneonews - Koba, Kepulauan Bangka Belitung**, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menetapkan target investasi untuk tahun ini sebesar Rp1,4 triliun. Target ini tetap sama dengan yang ditetapkan pada tahun sebelumnya, dan pihak pemerintah setempat memiliki optimisme tinggi bahwa target tersebut dapat tercapai. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Bangka Tengah, Wiwik, mengungkapkan keyakinannya saat memberikan pernyataan di Koba pada hari Selasa. Ia menilai optimisme ini didasari oleh fakta bahwa pada tahun ini, terdapat tiga perusahaan baru yang mulai beroperasi di Kecamatan Lubuk Besar dengan total nilai investasi lebih dari Rp10 miliar. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Sawit Indo Perlang, PT TJI Lubuk, dan CV SSP Lubuk, yang semuanya berfokus pada bidang perkebunan kelapa sawit. Investasi yang cukup signifikan dari perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian target nilai investasi yang telah ditentukan. Wiwik juga menjelaskan bahwa sampai saat ini, penyelenggara *National Single Window for Investment* (NSWI) belum mengeluarkan laporan mengenai nilai investasi untuk Triwulan II di Bangka Tengah. Walaupun demikian, ia tetap optimis bahwa nilai investasi yang diperoleh dapat melampaui target Rp1,4 triliun yang telah ditetapkan oleh NSWI, mengingat potensi yang dimiliki oleh Bangka Tengah sangat besar. Ia menambahkan bahwa melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, pihaknya telah menyajikan potensi Bangka Tengah kepada para investor. Dengan upaya tersebut, mereka yakin bisa mencapai atau bahkan melebihi target investasi yang diharapkan. Sektor-sektor yang menyumbang nilai investasi di Bangka Tengah cukup beragam, antara lain dari bidang pertambangan, perkebunan, pertanian, perikanan, serta perdagangan. Pemerintah setempat terus berupaya meningkatkan nilai investasi dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan daerah ini. ANTARA