**Borneonews - Trenggalek**, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas secara resmi membuka Mal Pelayanan Publik yang berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada hari Selasa. Pelayanan yang terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan publik bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Azwar Anas menekankan bahwa keberadaan mal pelayanan publik bukan sekadar acara seremonial. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kepuasan masyarakat yang berdampak positif seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan yang ditawarkan. "Konsep ini berfokus pada pengintegrasian berbagai layanan dari dinas-dinas secara digital, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses semuanya di satu tempat," ujarnya.
Mal Pelayanan Publik Trenggalek menjadi yang ke-231 di seluruh Indonesia dan urutan ke-31 di Jawa Timur. Mal ini menyediakan sekitar 80 layanan dari 26 instansi pemerintah, serta 5 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Azwar Anas juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Trenggalek atas langkah inovatif dalam pengembangan mal pelayanan publik ini. Ia menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan ruang yang ada dengan menampilkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Galeri Gemilang, serta adanya layanan "jemput bola" untuk masyarakat.
Untuk memastikan efektivitas layanan, ia menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi berkala, termasuk pemantauan indeks kunjungan ke mal tersebut. "Kami menerima laporan setiap minggu dan melihat grafik kunjungan. Jika kunjungan rendah, ada dua kemungkinan: kurangnya pengunjung atau ada permasalahan dalam efektivitas pelayanan, yang akan terus kami evaluasi. Kami juga mendorong pengembangan mal pelayanan publik berbasis digital di daerah-daerah yang telah siap," tambahnya.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin, sejalan dengan pernyataan Menpan-RB, menyatakan bahwa kehadiran mal pelayanan publik ini akan sangat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan. Dengan sistem terintegrasi, warga tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat untuk mengurus berbagai kebutuhan yang sebelumnya harus dilakukan secara konvensional.
Sebagai contoh, Bupati menyebutkan, kini masyarakat yang ingin mengurus paspor untuk keperluan tenaga kerja Indonesia atau umrah dapat melakukannya secara langsung di Trenggalek, tanpa harus pergi jauh-jauh ke Ponorogo.
Peresmian mal pelayanan publik juga dihadiri oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Selain itu, ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menggelar festival inovasi dalam pelayanan publik. Inovasi yang ditampilkan dalam acara bertajuk "Trenggalek Inovation Festival" ini telah diakui di tingkat nasional, yang menambah daftar inovasi yang dihasilkan oleh berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
"Dari sisi inovasi, kami mengapresiasi Trenggalek sebagai salah satu kabupaten yang menunjukkan keberhasilan dalam bidang ini. Jawa Timur memang dikenal sebagai provinsi yang penuh dengan inovasi," ungkap Adhy.
ANTARA
Mal Pelayanan Publik Trenggalek Resmi Dibuka, Tingkatkan Akses Layanan
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







