DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Pegiat seni modern dan digital di Bali diminta untuk menjaga ruang pembangunan yang telah dibangun dalam acara Festival Seni Bali Jani dan Bali DigiFest. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, pada saat penutupan acara tersebut. Dalam sambutannya, Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan pesan penting kepada semua pihak yang terlibat. Ia mengingatkan para pegiat media digital dan seni kontemporer untuk senantiasa merawat perkembangan yang telah dicapai. "Para *stakeholder* pembangunan diharapkan dapat menjadikan ruang pembangunan Bali ini sebagai prioritas, dengan cara terus berkarya, berkreasi, dan meningkatkan tata kelola manajemen yang baik," ujarnya. Sang Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah berupaya membangun ruang pembangunan yang terintegrasi, mencakup berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, teknologi, sosial, dan kebudayaan. Dalam mencapai tujuan ini, diperlukan kerja sama antar berbagai sektor dengan pendekatan *ngerombo* atau gotong royong. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan, termasuk dalam hal kemiskinan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Bali tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti minyak, gas, dan batu bara. Namun, Bali memiliki kekayaan yang tak ternilai berupa sumber daya manusia, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi modal strategis bagi pembangunan. Oleh karena itu, Sang Made Mahendra Jaya menyerukan kepada generasi penerus agar menjaga dan mengembangkan warisan yang ada. "Dalam menjaga kekayaan kearifan lokal dan memajukan Bali, penting bagi kita untuk bersatu. Kita harus bergotong royong dan bekerja sama dengan semangat, agar hal ini dapat menjadi energi positif yang mendorong kita untuk bangkit," tegasnya. Ruang pembangunan yang dihasilkan melalui kolaborasi dalam rangka bulan kebangsaan menjadi salah satu bentuk nyata dari usaha ini. Selama sepekan terakhir, berbagai pameran dan lomba telah diselenggarakan untuk menampilkan kreativitas dan inovasi para pegiat seni. Dalam penutupan acara tersebut, selain menghadirkan pegiat seni kontemporer dan media digital, Pemprov Bali juga memberikan penghargaan kepada budayawan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka. Sang Made Mahendra Jaya juga mengumumkan bahwa Festival Seni Bali Jani akan dilanjutkan pada tahun 2025 dengan mengusung tema "Semesta Cipta Jagad Kerthi Harmoni Bumi Bali." ANTARA