MANADO –
**Borneonews - Manado**, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara (Sulut) tengah melangsungkan kerja sama dengan berbagai instansi terkait dalam upaya mengumpulkan beragam jenis tanaman herbal. Langkah ini diambil untuk mendukung pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Holtikultura (TSTH2) yang berlokasi di Sumatera Utara. Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Dwi Rachmanto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini meliputi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah di setiap kota dan kabupaten, serta TNI Angkatan Darat di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Dalam konteks ini, pengumpulan tanaman herbal diarahkan untuk berpusat di Kantor Balai Karantina Sulawesi Utara. Selanjutnya, tanaman-tanaman yang berhasil dikumpulkan akan menjalani serangkaian proses karantina sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (*SOP*) yang berlaku. Proses ini akan dilakukan sebelum pengangkutan bibit tanaman dari Bandara Sam Ratulangi di Manado menuju Bandara Silangit di Sumatera Utara. Dwi Rachmanto juga menambahkan bahwa untuk menjamin keamanan dan kesehatan bibit-bibit tanaman herbal tersebut, serta memastikan bahwa tidak terinfeksi oleh Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (*OPTK*), petugas dari Karantina Sulawesi Utara akan melaksanakan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Langkah berikutnya adalah pemberian nematisida sistemik, yang bertujuan untuk mengontrol perkembangan nematoda yang dapat membahayakan tanaman. Setelah semua proses pemeriksaan selesai dan bibit tanaman dinyatakan aman, pihak Karantina Sulawesi Utara berencana untuk menjalin kerjasama lebih lanjut dengan penyedia jasa ekspedisi dan maskapai penerbangan. Hal ini untuk memastikan pengiriman bibit tanaman herbal dapat berlangsung secara efisien menuju lokasi yang telah ditentukan. ANTARA