BORNEONEWS, Muara Teweh – Di tengah perkampungan Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terdapat seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Sukardi yang telah berhasil mengubah pandangan umum tentang limbah ban bekas yang kotor dan tidak berguna menjadi bernilai ekonomi.
Limbah ban bekas ini menjadikan pemasukan ekonomi keluarga serta karya seni yang dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan yang bernilai jual tinggi.
Ini didedikasikan oleh Sukardi sejak dirinya pensiun dari PNS pada tahun 2017. Dengan memanfaatkan kreativitas dan dedikasi mengubah barang bekas menjadi berguna dan mempunyai nilai ekonomi.
"Apa yang saya lakukan ini berawal dari sebuah ide sederhana yang muncul saat saya melihat tumpukan ban bekas di bengkel kendaraan," kata Sukardi, Rabu, 21 Agustus 2024.

Sukardi lantas memutuskan untuk mengeksplorasi potensi limbah tersebut. Ia memulai dengan membuat pot bunga dari ban bekas yang dicat dengan warna-warna cerah untuk menarik perhatian.
"Respons masyarakat sangat positif. Banyak yang mengapresiasi dan membeli produk yang saya olah, termasuk beberapa sekolah yang menggunakannya sebagai dekorasi ruang," imbuh dia.
Sejak kesuksesan tersebut, Sukardi tak berhenti berinovasi. Bersama ketiga anaknya, ia mulai mencoba membuat produk kerajinan lainnya seperti burung angsa, tempat sampah, dan ayunan. Berkat ketekunan dan kreativitasnya, produk-produk ini kini banyak dicari dan diminati oleh warga. Produk-produk kerajinan yang dibuat oleh Sukardi dihargai antara Rp 30.000 hingga Rp 250.000 per unit.
Namun, meskipun permintaan semakin meningkat, Sukardi menghadapi tantangan dalam memenuhi semua pesanan. Keterbatasan modal menjadi kendala utama dalam memperluas usaha dan membuka tempat usaha sendiri.
"Namun saya tetap berkomitmen untuk memenuhi semua pesanan dan menjaga kualitas produk," katanya.
Dengan semangat dan dedikasi yang tak tergoyahkan, Sukardi berharap suatu hari nanti ia bisa mengembangkan usahanya lebih jauh dan meningkatkan kapasitas produksinya. Cerita Sukardi adalah contoh inspiratif bagaimana kreativitas dan kerja keras dapat mengubah limbah menjadi peluang usaha yang bermanfaat. (RAMADHANI/j)
Ket foto : Sukardi – Pengrajin Ban Bekas









