JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen untuk memperkuat pengarusutamaan gender (PUG) di lingkungan kerjanya. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong kesetaraan hak antara pria dan wanita, melalui perencanaan serta penganggaran program yang lebih responsif terhadap isu-isu gender. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Sekretaris Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, menjelaskan bahwa kesenjangan gender sering kali muncul akibat perencanaan kebijakan dan pelaksanaan program yang kurang mempertimbangkan perspektif gender, sehingga tidak mengakomodasi peran serta kebutuhan baik laki-laki maupun perempuan. Lebih lanjut, Giri menekankan bahwa pelaksanaan PUG harus tercermin dalam proses penyusunan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran yang mempertimbangkan gender. PUG sendiri menjadi strategi penting dalam mengintegrasikan perspektif gender dalam setiap aspek pembangunan, mulai dari pembuatan kebijakan hingga tahap pemantauan dan evaluasi, dengan tujuan mencapai kesetaraan gender yang lebih baik. Upaya pengarusutamaan gender ini juga dikatakan harus dilakukan secara kolaboratif, di mana kerja sama antar pihak dapat membantu menghasilkan ide-ide baru dan solusi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan gender, mengarah pada visi yang lebih inklusif. Sejalan dengan hal tersebut, Kemenparekraf telah menyusun rencana kerja PUG untuk tahun 2024, serta mempersiapkan Rencana Aksi untuk periode 2025-2029, yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk tahun yang sama. Giri menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa isu gender merupakan bagian tak terpisahkan dari semua aspek perencanaan dan penganggaran, sebagai bagian dari pencapaian signifikan. Giri juga menegaskan pentingnya komitmen dari pimpinan, peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai agen perubahan, dan tersedianya sumber daya manusia (SDM) dalam eksekusi PUG yang sukses. Dengan kegiatan Bimbingan Teknis PUG dan PPRG, Diharapkan dapat menambah pemahaman tentang perspektif gender yang mencakup perencanaan, penganggaran, dan audit, guna memastikan pelaksanaan kegiatan tepat waktu, sasaran, serta memberikan manfaat. Di akhir pernyataannya, Giri mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan adil, sehingga sektor ini dapat menjadi pelopor dalam meraih kesetaraan gender dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi dan berkarya demi terciptanya pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. ANTARA