JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan teknikal terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, saat ini IHSG mungkin sedang berada dalam fase akhir dari *wave* [b] dari *wave* 2 dalam pola yang dikenal sebagai *running flat*. Selanjutnya, IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi dalam kisaran antara 7.059 hingga 7.232. Ia menambahkan bahwa jika IHSG mampu menembus level 7.488, maka akan ada potensi bergerak menuju kisaran antara 7.513 hingga 7.654. Untuk level *support*, Didit mencatat angka 7.207 dan 7.126, serta level *resistance* di angka 7.488 dan 7.514. Pada hari ini, pihak MNC Sekuritas juga memberikan beberapa rekomendasi saham yang menarik untuk diperhatikan selama perdagangan. Untuk PT Bank Jago Tbk (ARTO), saham ini tercatat mengalami penurunan sebesar 0,73 persen menuju level 2.730. Penurunan ini disertai dengan kenaikan volume penjualan. Namun, pergerakan ARTO saat ini masih terjaga oleh MA20. Didit memperkirakan bahwa ARTO kini berada dalam fase *wave iv* dari *wave* (iii), yang menunjukkan potensi kelanjutan pergerakan koreksi. Rekomendasi untuk ARTO adalah membeli saat terjadi kelemahan dengan target harga di angka 2.880 atau 3.080. Disarankan untuk menetapkan stoploss di bawah 2.350. Selanjutnya adalah PT Blue Bird Tbk (BIRD), yang mencatatkan kenaikan sebesar 1,52 persen ke level 1.670 dengan dukungan volume pembelian. Sebagai informasi, posisi BIRD kemungkinan berada di awal *wave* (iii) dari *wave* [c], yang menunjukkan ada peluang bagi saham ini untuk menguat lebih lanjut. Rekomendasi untuk BIRD adalah membeli saat terjadi kelemahan dengan target harga di 1.730 atau 1.835, serta menetapkan stoploss di bawah 1.540. Sementara itu, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat naik hingga 6,84 persen ke level 406 dengan adanya peningkatan volume pembelian. Didit memperkirakan bahwa HRTA saat ini juga berada di awal *wave* [iii] dari *wave* C, sehingga ada peluang bagi saham ini untuk melanjutkan penguatan. Rekomendasi bagi HRTA adalah membeli saat terjadi kelemahan dengan target harga di 418 atau 430, serta stoploss di bawah 376. Ada juga PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) yang mengalami kenaikan 2,20 persen ke level 1.160 disertai peningkatan volume pembelian. Apabila TUGU dapat bertahan di atas level 1.100, saham ini diperkirakan berada pada bagian awal dari *wave iii* dari *wave* (iii). Rekomendasi untuk TUGU adalah *speculation buy* dengan target harga 1.200 atau 1.260, dan stoploss di bawah 1.100. Dalam perdagangan sebelumnya, yakni pada hari Selasa, 20 Agustus, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp1,66 triliun di seluruh pasar, dengan Rp1,80 triliun di pasar reguler. Di sisi lainnya, investor asing juga tercatat menjual saham dengan nilai bersih sebesar Rp134,3 miliar di pasar negosiasi dan tunai. ANTARA