JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar *rupiah* terhadap *dolar AS* mengalami penurunan pada sesi perdagangan yang berlangsung pada hari Rabu. Penurunan ini terjadi seiring dengan ekspektasi pasar yang sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar pada hari tersebut. Saat perdagangan dibuka pada pagi hari, *rupiah* melemah sebesar 15 poin atau sekitar 0,10 persen, menjadi Rp15.451 per dolar AS, sedangkan sebelumnya berada di kisaran Rp15.436 per dolar AS. Analis dari Finex, Brahmantya Himawan, menegaskan bahwa pernyataan yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia sangat dinantikan oleh pelaku pasar. Ia menjelaskan bahwa setelah Bank Sentral Amerika Serikat, atau *Federal Reserve*, memberi sinyal akan melakukan penurunan suku bunga pada bulan September, diperkirakan *BI* juga akan mengikuti langkah tersebut. Selama satu tahun terakhir, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 275 basis poin, dari 3,5 persen pada Agustus 2022 menjadi 6,25 persen saat ini. Diharapkan, penurunan suku bunga mendatang dapat merangsang pertumbuhan pinjaman serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang pada gilirannya dapat mendukung penguatan nilai *rupiah*. Di sisi lain, situasi eksternal juga berpengaruh. *Dolar AS* saat ini berada pada titik terendah dalam tujuh bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh tren penurunan imbal hasil *Treasury AS* dan sentimen pasar yang cenderung dovish terhadap kebijakan moneter yang mungkin diambil oleh *Federal Reserve*. Pelaku pasar sangat memperhatikan potensi pernyataan mengenai penurunan suku bunga yang mungkin akan diumumkan oleh *The Fed*, terutama sebelum pertemuan tahunan di Jackson Hole yang dijadwalkan mulai Kamis. Menurut Brahmantya, pernyataan yang akan disampaikan oleh Ketua *The Fed*, Jerome Powell, pada simposium tersebut akan menjadi indikator penting mengenai besaran kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa mendatang. Meskipun probabilitas untuk penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan September 2024 telah berkurang, pasar tetap berharap adanya pengurangan suku bunga secara keseluruhan mendekati 100 basis poin menjelang akhir tahun 2024. Brahmantya menambahkan bahwa potensi pergerakan nilai *rupiah* hari ini diperkirakan akan berada dalam rentang Rp15.550 per dolar AS hingga Rp15.350 per dolar AS. ANTARA