**Borneonews - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta**, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengungkapkan perhatian besar terhadap pengangguran di wilayahnya. Ia mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di Sleman untuk memberikan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan yang masih mencolok di daerah tersebut.
Dalam ungkapannya, Danang menyebutkan bahwa di Sleman terdapat banyak individu berbakat dan terampil yang siap terjun ke dunia kerja. Ia meyakini bahwa banyak di antara mereka memiliki kompetensi dan kemampuan yang sangat diperlukan oleh dunia industri. Hal ini didasarkan pada banyaknya lembaga pendidikan tinggi dan sekolah kejuruan yang berkualitas yang beroperasi di Sleman.
"Beberapa di antara warga Sleman merupakan lulusan yang memiliki kemampuan tinggi dan daya saing yang kompetitif," ujar Danang pada kesempatan tersebut. Ia juga mengajak perusahaan yang tergabung dalam Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (*TJSP*) Sleman untuk memberikan lebih banyak peluang kepada tenaga kerja setempat.
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (*TKPKD*) Sleman, Danang optimis bahwa melalui inisiatif Forum TJSP, tidak hanya bantuan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat, tetapi juga kesempatan kerja akan lebih diprioritaskan bagi warga lokal.
Di sisi lain, Forum TJSP Kabupaten Sleman baru-baru ini telah melaksanakan penyaluran bantuan sosial yang mencapai nilai lebih dari Rp4,6 miliar untuk masyarakat. Dalam satu acara, yang dinamakan Gebyar TJSP Merdeka 2024, Ketua Forum TJSP Sleman, Dwi Nurwata, mencatat bahwa acara ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak tahun 2022 lalu.
Pada pelaksanaannya di tahun pertama, tercatat ada 21 perusahaan yang berpartisipasi memberikan total bantuan sebesar Rp612 juta. Sementara itu, pada tahun berikutnya, jumlah perusahaan yang terlibat meningkat. Sebanyak 27 perusahaan bergabung, menyumbangkan bantuan senilai Rp2,3 miliar, yang terdiri atas berbagai bentuk, termasuk sembako dan beasiswa untuk pelajar dari tingkat SD sampai universitas.
Di tahun 2024, Dwi melaporkan bahwa 37 perusahaan telah berpartisipasi, dengan total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp4,647 miliar. Dia menjelaskan bahwa jenis-jenis bantuan yang disediakan oleh para perusahaan juga semakin beragam, mencakup pengadaan sarana dan prasarana untuk penanganan sampah serta upaya mengatasi stunting.
Dwi juga menambahkan bahwa pengurus Forum TJSP, bersama Pemerintah Kabupaten Sleman, tengah menyusun daftar usulan untuk program TJSP yang dapat dijadikan acuan oleh perusahaan dalam melaksanakan inisiatif sosialnya. Beberapa di antaranya telah diadopsi dan disalurkan saat acara Gebyar TJSP Merdeka 2024.
Dalam acara yang berlangsung pada Selasa, 20 Agustus itu, bantuan TJSP dikategorikan ke dalam beberapa bidang. Di sektor penanggulangan kemiskinan, alokasinya mencapai Rp505 juta untuk sembako, pelatihan bagi difabel, serta santunan anak yatim. Untuk bidang pendidikan, dana sebesar Rp1,1 miliar dialokasikan untuk beasiswa dan pembangunan fasilitas pendidikan.
Selain itu, bagi pemberdayaan ekonomi dialokasikan Rp1,5 miliar yang ditujukan untuk pengadaan gerobak angkringan, pemberdayaan kelompok tani, serta usaha kecil dan menengah. Di bidang kesehatan, ada dana Rp15 juta untuk penanganan stunting dan dukungan kepada yayasan kanker anak, serta alokasi Rp933 juta untuk meningkatkan sarana publik, termasuk pengadaan ambulans.
Di sektor lingkungan hidup, terdapat alokasi sebesar Rp437 juta yang digunakan untuk pembelian bibit bambu dan penanaman pohon di lahan kritis, serta berbagai peralatan dalam pengolahan sampah. Terakhir, alokasi Rp47 juta ditujukan untuk pembangunan infrastruktur di desa, termasuk mushala dan kantor pelayanan publik.
ANTARA
Perusahaan di Sleman Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Komentar (0)
Memuat komentar…







