KUPANG –
**Borneonews - Alor, Nusa Tenggara Timur**, Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan saat ini tengah melakukan upaya pencarian terhadap empat orang yang dilaporkan hilang setelah terjadi kecelakaan kapal di perairan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kejadian ini berlangsung ketika kapal KM Lebanon dilaporkan tenggelam, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang. Menurut informasi yang diterima dari Baharudin Molang, seorang saksi yang melaporkan kejadian tersebut, pada hari Selasa (20/8) sekitar pukul 18.00 Wita, kapal mengalami masalah akibat gelombang tinggi dan arus yang kuat di sekitar lokasi. Kapal tersebut mengangkut total 23 orang penumpang. Dari total penumpang, sebanyak 19 orang berhasil dievakuasi menggunakan perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, situasi menjadi mengkhawatirkan ketika empat penumpang belum ditemukan, dan dinyatakan hilang. Keempat orang yang saat ini sedang dicari adalah Desi Huluang (28), Olivia Duka (5), Agustina Pulinggomang (10), dan Grais A Djaha (5). Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk mencari korban di area tersebut, melanjutkan operasi pencarian di perairan Pulau Pura hingga sejauh kurang lebih dua *Nautical Mile* dari lokasi tenggelamnya kapal. Pada hari kedua pencarian, yang berlangsung hingga pukul 10.20 Wita, belum ada tanda-tanda keberhasilan dalam menemukan keempat korban. Tim berharap dan berdoa agar mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Dalam proses pencarian ini, alat utama yang digunakan oleh tim SAR gabungan termasuk Searider yang disediakan oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Alor, serta perahu karet dari Pos SAR Alor. Tim SAR terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban dan memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat. ANTARA