**Borneonews - Jakarta**, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan bahwa pada Rapat Dewan Gubernur yang akan dilaksanakan pada Agustus 2024, Bank Indonesia (BI) akan memilih untuk mempertahankan *BI-Rate* pada tingkat 6,25 persen.
Josua menyampaikan bahwa BI diperkirakan tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil langkah penurunan suku bunga. Menurut analisisnya, meskipun terdapat perbaikan dalam kondisi pasar keuangan global, yang didorong oleh sentimen *risk-on* akibat potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) serta inflasi domestik yang stabil, BI tetap akan memperhatikan ketidakpastian yang berpotensi muncul.
Ketidakpastian ini termasuk kondisi geopolitik yang tidak stabil serta proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan melambat. Dalam pandangannya, BI akan mempertimbangkan untuk menurunkan *BI-Rate* hanya setelah The Fed secara resmi merilis keputusan untuk menurunkan suku bunga acuan *Federal Funds Rate* (FFR).
Lebih lanjut, Josua menegaskan bahwa ketegangan geopolitik dan prospek ekonomi global yang mengkhawatirkan masih menimbulkan risiko terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, meskipun keadaan ekonomi domestik Indonesia dinilai cukup solid. Dia mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi global bisa memberikan dampak pada sektor eksternal di Indonesia, sehingga meningkatkan risiko terhadap defisit neraca transaksi berjalan, terutama di tengah adanya kecenderungan ekspansi defisit fiskal.
Josua menambahkan bahwa sejauh ini, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan kekokohan yang baik dan prospeknya tetap cerah. Namun, sebagian besar tantangan yang dihadapi negara ini bersifat eksternal, khususnya yang berasal dari ketegangan geopolitik, kebijakan suku bunga global, dan dinamika ekonomi internasional.
Jika situasi eksternal mulai membaik, terdapat peluang bagi BI untuk melakukan penurunan suku bunga. Selain itu, BI diprediksi juga akan memperhitungkan pelaksanaan strategi keluar dari kebijakan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) dalam waktu dekat.
Potensi pemangkasan *BI-Rate* semakin terbuka di paruh kedua tahun 2024 jika kondisi eksternal menunjukkan perbaikan, yang pada gilirannya dapat mendukung sentimen *risk-on* dan stabilitas nilai tukar rupiah. Josua menegaskan bahwa jika situasi mendukung, BI mungkin akan beralih fokus dari stabilitas kebijakan moneter menuju pertumbuhan.
ANTARA
Proyeksi Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate di 6,25 Persen
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







