**Borneonews - Jakarta**, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), yang terdaftar dengan kode emiten SMGR, baru saja memperoleh peningkatan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tersebut beralih dari idAA+ dengan status Positif menjadi idAAA Stabil. Peningkatan ini merupakan hasil dari pengelolaan pembiayaan yang dilakukan secara optimal.
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan, Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa kenaikan peringkat tersebut mencerminkan kesehatan kondisi keuangan perusahaan. Peringkat awal yang diberikan oleh Pefindo kepada SIG berada di level idAA+ Stabil pada tahun 2017. Namun, setelah akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Holcim Indonesia Tbk, pada tahun 2019, peringkat itu mengalami penurunan menjadi idAA+ Negatif.
Pada tahun yang sama, reputasi SIG kembali menurun menjadi idAA Stabil. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan nilai utang yang dikenakan bunga (*interest bearing debt*) yang meningkat signifikan, mencapai Rp33,6 triliun pada bulan Juni 2019. Dalam menghadapi tantangan tersebut, perusahaan berupaya mengurangi total pinjaman melalui pengelolaan finansial yang strategis dan optimalisasi arus kas, yang berkontribusi pada kenaikan peringkat menjadi idAA+ Stabil pada tahun 2021.
Selanjutnya, pada tahun 2023, laporan Pefindo menunjukkan bahwa peringkat SIG meningkat menjadi idAA+ Positif. Terbaru, pada tahun 2024, SIG mencapai pencapaian yang membanggakan dengan peringkat idAAA Stabil, di mana nilai *interest bearing debt* perusahaan turun menjadi Rp13,6 triliun per bulan Juni 2024.
Dengan kenaikan peringkat ini, Pefindo juga meningkatkan peringkat obligasi yang diterbitkan oleh SIG. Tiga jenis obligasi yang dinaikkan peringkatnya adalah Obligasi Berkelanjutan II, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B tahun 2019, serta Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A dan B tahun 2022, semuanya kini berada di Level idAAA.
Vita menyampaikan bahwa kenaikan peringkat obligasi ini menunjukkan kemampuan SIG yang kuat dan unggul dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang terkait efek utang. Dalam semester pertama tahun 2024, SIG berhasil melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II tahun 2019 dengan total nilai Rp3,36 triliun, yang berkontribusi pada penurunan beban keuangan perusahaan dan mendukung capaian profitabilitas yang positif.
Perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan kinerja yang positif, dengan tujuan untuk memenuhi semua komitmen keuangan jangka panjang serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Untuk mempertahankan kinerja tersebut, SIG kini menitikberatkan perhatian pada pengelolaan keuangan yang baik, peningkatan kemampuan dalam menyediakan solusi bahan bangunan yang inovatif serta ramah lingkungan, serta peningkatan *operational excellence* dalam aktivitas produksi dan manajemen distribusi.
Selain itu, SIG juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksinya dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan yang telah diproses menjadi *refuse-derived fuel* (RDF).
Vita menambahkan, perusahaan terus berupaya memastikan posisinya sebagai *market leader* dalam industri bahan bangunan di Indonesia. Langkah-langkah tersebut termasuk mengoptimalkan pengelolaan pasar dan harga, modernisasi ekosistem, serta mempertahankan peran penting dalam proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dalam menghadapi tantangan industri yang ada, SIG berkomitmen untuk terus menjajaki peluang pertumbuhan baru melalui pengembangan bisnis dan produk, serta memaksimalkan pasar regional.
ANTARA
Semen Indonesia Raih Peringkat idAAA Stabil Berkat Pembiayaan Optimal
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







