SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur memperkirakan bahwa sektor ekspor industri mebel akan mengalami pertumbuhan sebesar 5 hingga 8 persen sepanjang tahun ini. Sementara itu, untuk pasar domestik diprediksi tumbuh dalam kisaran 4 hingga 6 persen. Selama kegiatan di Surabaya, pada hari Rabu, Abdul Sobur menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh inisiatif pemerintah yang memfasilitasi perkembangan industri furnitur. Salah satu langkah strategis tersebut adalah program restrukturisasi mesin dan peralatan di sektor pengolahan kayu. Program restrukturisasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri mebel dalam menghadapi tantangan global serta mendukung pengembangan sektor hulu. Hal ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas industri. M Wiradadi Soeprayogo, Ketua Umum Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA), juga menekankan bahwa permintaan terhadap produk furnitur meningkat baik di pasar domestik maupun internasional. Hal ini menunjukkan keinginan konsumen yang semakin tinggi terhadap produk berkualitas. Keberadaan Indonesia sebagai lokasi dengan posisi strategis serta kemampuan produksi yang terus berkembang menjadikan negara ini sebagai pusat ekspor yang sangat berpotensi di kawasan ini. Selain itu, industri furnitur Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang besar, sehingga dukungan untuk pengembangan sektor ini harus terus dilanjutkan. Salah satu langkah nyata untuk memberikan dukungan adalah melalui penyelenggaraan *Innovation Drive to Synergize Collaboration Across Indonesia’s Furniture Industry*, yaitu Pameran Komponen Manufaktur Furnitur Internasional (IFMAC) dan Pameran Mesin Pengerjaan Kayu (WOODMAC). Kegiatan ini akan diadakan pada 25-28 September 2024 di Jakarta International Expo Kemayoran, berkat kemitraan strategis dengan PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi serta pertumbuhan di sektor furnitur dan perkayuan Indonesia, dengan menghadirkan teknologi terkini dan mendorong pembentukan jaringan industri yang berharga. IFMAC dan WOODMAC 2024 diperkirakan akan diikuti oleh 300 peserta dari 20 negara, termasuk perusahaan-perusahaan terkemuka di sektor manufaktur furnitur dan mesin pertukangan. ANTARA