**Borneonews - Meksiko** Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, telah mengeluarkan pernyataan mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera menghentikan seluruh bentuk pendanaan kepada kelompok oposisi di Meksiko. Dalam pandangannya, tindakan tersebut merupakan intervensi yang tidak semestinya terhadap kedaulatan negara.
Melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Joe Biden, Lopez Obrador menyoroti kritikannya terhadap Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (*USAID*). Dalam surat tersebut, ia dengan tegas menyoroti bahwa *USAID* telah mengalirkan jutaan dolar kepada berbagai lembaga nirlaba yang berfokus pada pengawasan korupsi dan hak asasi manusia, yang selama ini mendokumentasikan sejumlah kasus dugaan korupsi pada masa pemerintahannya.
"Saya merasa penting untuk memberi tahu Anda bahwa saya telah secara konsisten menentang berbagai pihak dari Pemerintah AS yang menunjukkan sikap intervensi yang jelas," ungkap Lopez Obrador dalam suratnya. Ia merasa tindakan tersebut sangat mencolok, terutama di lapangan yang mendanai aktivitas organisasi yang mengatasnamakan diri sebagai *Mexicans Against Corruption and Impunity*. Lopez Obrador menilai bahwa misi utama organisasi tersebut adalah menyerang legitimasi pemerintahannya.
Menurut Lopez Obrador, selama periode 2018 hingga 2023, *USAID* telah mencairkan dana sebesar 5,9 juta dolar, atau sekitar Rp91 miliar, kepada lembaga nirlaba tersebut. Presiden Meksiko itu telah secara aktif mempertanyakan keberadaan lembaga dalam mendukung kelompok-kelompok yang dianggapnya menentang pemerintah serta berkolaborasi dengan *Mexicans Against Corruption and Impunity* (MCCI).
MCCI merupakan sebuah organisasi jurnalistik yang didirikan oleh Claudio Xavier Gonzalez, seorang pebisnis yang kerap mengkritik pemerintahan Lopez Obrador. Organisasi ini telah menjalankan berbagai investigasi mendalam yang mengungkap berbagai skandal korupsi yang melanda Meksiko selama bertahun-tahun, termasuk kasus besar yang melibatkan perusahaan Brasil, Odebrecht, pada tahun 2014. Kasus ini mengekspos praktik bribery yang melibatkan senator Meksiko untuk diloloskannya kebijakan reformasi energi.
Sejak Lopez Obrador menjabat sebagai presiden pada tahun 2018, MCCI terus melanjutkan upaya investigasi mereka, dan kini di bawah kepemimpinan presiden baru, mereka menemukan sejumlah dugaan kasus korupsi yang mencakup pengalihan dana lebih dari 640 ribu dolar, setara dengan Rp9,8 miliar, melalui organisasi Keamanan Pangan Meksiko (Segalmex). Badan ini bertujuan untuk mempromosikan program pangan, namun dugaan penggelapan tersebut melibatkan sejumlah pejabat yang terhubung langsung dengan pemerintahan Lopez Obrador.
Di sisi lain, meskipun ia mengalokasikan pujian kepada Biden, Lopez Obrador tetap menyerukan tindakan tegas terhadap praktik pendanaan yang dilakukan oleh *USAID*. Dia menyatakan, "Saya berharap Anda dapat melakukan tindakan untuk menghentikan intervensi yang mencederai prinsip konstitusi kita, yaitu non-intervensi serta hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat." Ia juga meminta maaf karena harus mengangkat isu ini secara langsung kepada Biden, dan menekankan bahwa, meski ia menghormatinya, isu yang berkaitan dengan kebebasan dan kemerdekaan rakyat lebih besar daripada sekadar hubungan pribadi.
ANTARA
Meksiko Desak AS Hentikan Pendanaan kepada Kelompok Oposisi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







