**Borneonews - Surabaya**, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merayakan Hari Juang Polri yang pertama kalinya pada tahun 2024. Peringatan ini resmi ditetapkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui sebuah keputusan pada 22 Januari 2024 yang diselenggarakan di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, pada hari Rabu.
Upacara yang diadakan di monumen yang berlokasi di Jalan Polisi Istimewa Surabaya berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara, di mana ia juga membacakan teks Proklamasi Polisi.
Dalam pembacaan Proklamasi Polisi tersebut, Kapolri menyatakan, Proklamasi Polisi. Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan polisi sebagai Polisi Republik Indonesia. Surabaya, 21 Agustus 1945. Atas nama seluruh warga polisi, Moehamad Jasin, Inspektur Polisi Kelas I.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengesahkan Hari Juang Polri dengan mengeluarkan Keputusan Kapolri Nomor 95/I/2024, yang menetapkan hari tersebut jatuh pada tanggal 22 Januari, dan Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1325/VII/2024 yang dikeluarkan pada 12 Agustus 2024, mengenai tata cara pelaksanaan upacara.
Pada kesempatan yang sama, Kapus Sejarah Polri Brigjen Pol Hari Nugroho menjelaskan mengenai latar belakang ditetapkannya Hari Juang Polri yang mengacu pada peristiwa bersejarah yang terjadi pada 21 Agustus 1945. Pada saat itu, pernyataan Proklamasi Polisi Republik Indonesia dilakukan oleh Polisi Istimewa, yang dulunya dikenal dengan nama Tokubetsu Keisatsutai, yang dipimpin oleh Inspektur Polisi Kelas I Moehamad Jasin di Surabaya.
Brigjen Pol Hari Nugroho menambahkan, Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, Menteri Negeri Otto Iskandar Dinata memutuskan agar status kepolisian segera dimasukkan ke dalam kekuasaan pemerintahan.
Menanggapi situasi tersebut, M Jasin sebagai Komandan Polisi Istimewa Surabaya menyelenggarakan rapat bersama anggotanya untuk membahas posisi kepolisian pasca proklamasi. Dalam rapat ini, mereka sepakat untuk menyusun pernyataan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyiapkan teks Proklamasi Polisi.
Secara simbolis, sekitar 250 anggota Kesatuan Polisi Istimewa bersatu di bawah bendera Merah Putih di halaman Markas Polisi Istimewa di Surabaya. Di sana, M Jasin membacakan teks Proklamasi Polisi, yang menandai momen penting di mana seluruh polisi di Indonesia bersatu di bawah nama Polisi Republik Indonesia.
Setelah pembacaan teks tersebut, acara yang diselenggarakan di Monumen Perjuangan Polri dilanjutkan dengan pertunjukan tari kolosal, yang melibatkan puluhan penari dari Surabaya. Kegiatan ini juga menyajikan drama kolosal yang merekonstruksi peristiwa pengibaran bendera Merah Putih oleh Laskar Rakyat dan anggota Kesatuan Polisi Istimewa di bawah pimpinan Inspektur Polisi Kelas I Moehamad Jasin.
Rekonstruksi tersebut disaksikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran Polri dan purnawirawan yang duduk di area VIP. Selain itu, turut dipertunjukkan juga peristiwa perobekan bendera berwarna biru yang terjadi di Hotel Yamato, yang kini dikenal dengan nama Hotel Majapahit.
Acara tersebut dimeriahkan dengan lagu "Berkibarlah Bendera Negeriku" yang dipopulerkan oleh seniman Surabaya, Gombloh. Suara Bung Tomo juga berkumandang, mengingatkan kembali pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Drama kolosal yang melibatkan banyak masyarakat dan anggota kepolisian tersebut berakhir dengan penghormatan kepada para pejuang yang telah berjuang demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
ANTARA
Hari Juang Polri Pertama, Momen Sejarah di Surabaya 2024
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







