SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Kepala Pusat Sejarah Polri, Brigjen Pol Hari Nugroho, mengungkapkan bahwa peristiwa yang diketahui sebagai Hari Juang Polri telah melalui proses penelitian yang cukup mendalam selama 14 tahun. Penelitian ini dipimpin oleh Komjen Pol Purnawirawan Arif Wachyunadi dan akhirnya mendapatkan pengesahan resmi melalui keputusan Kapolri pada 22 Januari 2024. Brigjen Pol Hari menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, pihaknya telah aktif mengadakan *Focus Group Discussion* (FGD) untuk mendalami lebih lanjut mengenai makna dan pentingnya Hari Juang Polri. Diskusi ini menjadi salah satu dasar utama bagi peringatan pertama hari bersejarah tersebut yang dilakukan pada tahun ini. "Alhamdulillah, keputusan Kapolri tentang Hari Juang Polri sudah terlaksana," ucapnya saat menghadiri upacara peringatan di Monumen Juang Polri di Surabaya. Ia menekankan bahwa sejarah pembentukan Polri sangat penting untuk diangkat sebagai pelajaran bagi generasi penerus. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan mereka tentang perjuangan para anggota polisi dalam membela kemerdekaan Republik Indonesia. “Dari kisah heroik tersebut, kita dapat melihat bagaimana upaya polisi dalam mempertahankan kemerdekaan di Surabaya,” tambahnya. Selain itu, Brigjen Pol Hari menggarisbawahi sosok Inspektur Polisi Moehamad Jasin yang merupakan tokoh sentral dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, Moehamad Jasin adalah figur yang humanis, pemberani, dan taat beragama. "Beliau dikenal humanis. Dalam berbagai literatur, diceritakan bahwa ia juga melindungi orang Belanda saat terjadi konflik," jelasnya. Ia menambahkan bahwa integritas dan keberanian Moehamad Jasin patut dicontoh. Tanggal 21 Agustus 1945 merupakan titik awal bagi seluruh anggota polisi di Indonesia untuk bersatu melawan penjajah dan berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan. Brigjen Pol Hari mengungkapkan, "Inspektur Polisi Moehamad Jasin pada tanggal tersebut berperan sebagai *starting point* bagi perjuangan Polri selanjutnya." Dia menuturkan bahwa perjuangan tersebut mencakup serangkaian aksi heroik seperti pelucutan senjata dan distribusi senjata untuk mendukung daerah lain dalam pertempuran melawan penjajah. ANTARA