JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah menyelenggarakan konsultasi publik untuk membahas proyek pengembangan kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Seribu Pesona Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (*National Strategic Project*) yang bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata di daerah tersebut. Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, menjelaskan bahwa konsultasi publik ini merupakan bagian dari dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan proyek tersebut. "Kegiatan ini juga menindaklanjuti arahan dari pemerintah pusat dan daerah, yang berfungsi untuk memenuhi standar dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (*Environmental Impact Analysis* atau Amdal)," ungkapnya. Melalui konsultasi ini, pemerintah berharap dapat melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan pariwisata di wilayah Kepulauan Seribu. Junaedi menekankan pentingnya bagi warga setempat untuk mendapatkan informasi mengenai rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah mereka. Ia juga menyatakan bahwa kemajuan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu harus diperjuangkan secara bersama-sama. Hal ini diharapkan dapat menciptakan peluang kerja serta sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. "Dengan kajian yang sudah disetujui oleh pemerintah, kami berharap masyarakat juga memberikan dukungan agar proyek pembangunan ini dapat segera direalisasikan," tambahnya. Proyek pengembangan pariwisata ini direncanakan akan dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Pulau Air di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, serta Pulau Karang Beras dan Pulau Karang Beras Kecil yang terletak di perairan Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Lebih dari 50 perwakilan masyarakat dari Pulau Panggang dan Pulau Tidung turut hadir dalam kegiatan konsultasi publik ini. Para peserta mencakup tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan warga dari berbagai RT/RW. Andry Khrisnawan, perwakilan dari PT Seribu Pesona Indonesia, menambahkan bahwa konsultasi publik ini adalah langkah awal dalam pengembangan Proyek Strategis Nasional. Ia menegaskan bahwa setelah tahap ini, akan ada kerangka acuan, sidang teknis, dan sidang komisi yang akan menyusul. Dalam pengembangan pariwisata ini, pihaknya telah memperoleh izin yang diperlukan sesuai dengan penyusunan Amdal, yang mencakup area seluas 179,1 hektare. "Masukan dan saran yang diberikan oleh masyarakat dalam konsultasi publik ini sangat berarti bagi kami. Karena hal tersebut akan mendukung keberlanjutan pengembangan serta berkontribusi pada kenyamanan masyarakat," tutupnya. ANTARA