**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengemukakan tiga inisiatif strategis yang bertujuan untuk mengimplementasikan emisi nol bersih atau *net zero emission* (NZE). Hal tersebut disampaikan dalam acara Asia Zero Emission Community (AZEC) 2nd Ministerial Meeting yang berlangsung di Jakarta.
Inisiatif pertama yang diajukan adalah pengembangan sistem energi bersih yang terintegrasi. Peningkatan konektivitas pada *power grid* atau jaringan listrik regional menjadi langkah penting dalam mewujudkan hal tersebut. Airlangga meyakini bahwa dengan adanya konektivitas yang lebih baik, ketahanan dan fleksibilitas sistem energi bersih akan meningkat.
Selanjutnya, dalam upaya memanfaatkan sumber daya terbarukan yang melimpah di kawasan ini, pemerintah berencana untuk berinvestasi dalam teknologi baru seperti hidrogen dan amonia. Hal ini diharapkan dapat mendukung transisi menuju energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Inisiatif kedua berfokus pada transformasi sektor transportasi untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Airlangga menyatakan pentingnya pembangunan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pergeseran ini, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Terakhir, inisiatif ketiga adalah mempromosikan efisiensi energi di seluruh sektor. Airlangga menargetkan penurunan signifikan dalam konsumsi energi, dengan perhatian khusus pada sektor industri. Untuk mencapai hal ini, identifikasi standar emisi yang ketat, pemberian insentif, dan pengembangan inovasi dalam teknologi hemat energi akan menjadi bagian dari strategi yang diusulkan.
Airlangga menjelaskan bahwa ketiga inisiatif ini merupakan langkah untuk melakukan dekarbonisasi yang sejalan dengan tujuan perubahan iklim, sambil tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi. Dia juga menekankan bahwa inisiatif ini akan membuka peluang bagi negara-negara anggota AZEC untuk berkolaborasi dan berbagi inovasi.
AZEC sendiri merupakan inisiatif pengurangan emisi yang diluncurkan pertama kali oleh Perdana Menteri Jepang pada konferensi COP 26 di Glasgow dan secara resmi diluncurkan pada KTT G20 di Bali pada 14 November 2022 oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Negara-negara anggota AZEC meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Brunei, dan Australia.
ANTARA
Inisiatif Indonesia Menuju Emisi Nol Bersih di Sektor Energi dan Transportasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







