**Borneonews - Mataram**, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perdagangan telah melaksanakan pasar lelang untuk kopi lokal yang merupakan produk unggulan dari wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan promosi dan kesadaran masyarakat tentang potensi kopi yang dihasilkan di NTB.
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengungkapkan bahwa ajang pasar lelang ini merupakan langkah awal dalam mempromosikan kopi-kopi lokal yang berkualitas. "Kopi NTB memiliki kualitas yang luar biasa, namun masalahnya adalah masih minimnya promosi. Oleh karena itu, kami mempersembahkan pasar lelang ini untuk mengenalkan produk kami," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Mataram.
Dalam penyelenggaraan pasar lelang ini, harapan pemerintah adalah untuk menciptakan saluran yang tepat antara produsen dan konsumen. Hal ini diharapkan dapat membangun jaringan distribusi baru yang lebih efisien. Baiq Nelly menyebutkan bahwa pasar lelang ini merupakan kali pertama diadakan oleh Dinas Perdagangan NTB. Meskipun demikian, fokus dari kegiatan ini tidak pada volume transaksi, melainkan pada aspek promosi produk.
"Melalui pasar lelang, diharapkan agar kopi asal NTB dikenal lebih luas di tingkat nasional dan bahkan internasional. Selama ini, promosi lebih banyak terfokus pada komoditas lain seperti beras dan jagung," tandasnya.
Baiq Nelly melanjutkan bahwa kegiatan ini akan diadakan secara berkelanjutan sehingga kopi NTB semakin mendapat pengakuan di berbagai kalangan. Ia berharap NTB tidak hanya dikenal sebagai penghasil biji kopi, tetapi juga sebagai daerah yang memproduksi bibit kopi berkualitas yang dapat menunjang kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa usaha dalam pembibitan kopi sangat vital. Hal ini memungkinkan pengadaan bibit kopi dilakukan dari dalam negeri, dengan memanfaatkan hasil produksi petani lokal, sehingga bibit tersebut dapat beradaptasi dengan lebih baik. "Ketersediaan produk yang terjaga akan sangat penting. Jika tidak, semua usaha promosi yang dilakukan dapat dianggap sia-sia," tambahnya.
Untuk memastikan kesinambungan dalam pemenuhan permintaan pasar, pemerintah terus berupaya agar sektor kopi dikelola secara menyeluruh, baik dari hulu maupun hilir. Hal ini mencakup pembinaan kepada petani tentang teknik pembibitan, cara menanam dan merawat tanaman secara baik, hingga memetik biji kopi berkualitas dan pengolahan yang tepat.
Pasar lelang ini diikuti oleh puluhan pelaku usaha dari berbagai daerah di NTB dan berlangsung di Kota Mataram. Sejak dimulai pada Selasa, 20 Agustus, tercatat transaksi mencapai nilai sebesar Rp52,8 juta dari penjualan 1.200 kemasan kopi yang berhasil dijual. Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memajukan industri kopi lokal serta mendukung para petani di NTB.
ANTARA
Pasar Lelang Kopi NTB, Promosi Produk Unggulan Daerah
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







