SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menanggapi isu rekomendasi Halikinnor - Suprianti Rambat yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Isu tersebut tersebar melalui pesan berantai di Whatsapp dengan format undangan penyerahan rekomendasi dari Ketua DPP Demokrat kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk 2 wilayah yaitu Kabupaten Barito Selatan dan Kotim. 

Pesan berantai tersebut mencantumkan nama pasangan calon 2 wilayah tersebut, bahwa untuk Kotim akan diserahkan kepada pasangan Halikinnor - Suprianti Rambat. 

"Rekomendasi Demokrat sampai saat ini memang belum dikeluarkan dalam bentuk B1KWK namun memang ada pesan berantai terkirim di grup itu seolah-olah rekomendasi Demokrat jatuh kepada Halikinnor - Suprianti Rambat, ketua saya Jhon Krisli belum dapat," kata Sekretaris DPC Demokrat Sihol Parningotan Lumban Gaol, Rabu, 21 Agustus 2024.

Dirinya mengakui telah mendapat undangan resmi penyerahan B1KWK yang akan digelar di Jakarta pada Jumat, 23 Agustus 2024. Namun undangan tersebut tidak tertulis kepada siapa rekomendasi akan diserahkan. 

"Tetapi kalau saya dikonfirmasi apakah benar atau tidak (rekomendasi Halikinnor-Suprianti Rambat) saya belum bisa menjawab," ujarnya. 

--page

Lebih lanjut, sosok Halikinnor dan Suprianti Rambat memang mendaftarkan diri ke Partai Demokrat sebagai bakal calon Bupati Kotim. Keduanya telah melalui tahapan penjaringan tersebut.

Namun dengan tegas Gaol belum pernah mendengar rekomendasi akan jatuh kepada Petahana Bupati Kotim dan Anggota DPR RI terpilih tersebut.

"Yang saya tau selama ini sangat intens ketua DPC kami, Jhon Krisli menjalin komunikasi intens dengan Partai Golkar. Namun sudah kita tahu bersama Siyono digandeng Sanidindari Partai Gerindra," imbuhnya. 

Kemudian peta politik berubah secara drastis dan membuat Jhon menjalin komunikasi dengan beberapa calon yang diusung partai lain termasuk PAN.

"Tapi karena saya lihat ada perubahan dari pesan berantai itu, walaupun saya belum bisa memberikan statemen benar atau tidak tapi namanya lobi-lobi politik itu kita tidak tahu apa yang terjadi," katanya.

Jika memang rekomendasi jatuh kepada pasangan Halikinnor-Suprianti Rambat, pihaknya sebagai pelaksana perpanjangan tangan DPP Demokrat menegaskan dinamika politik itu hal biasa.

"Jika B1KWK jatuh kepada bukan kader tentu kami sebagai petugas partai harus tunduk terhadap peraturan itu apapun alasannya harus tunduk dan mengikuti. Kita nantinya all out untuk memenangkan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)