BANTEN –
**Borneonews - Kota Serang**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, yang berlokasi di Banten, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum terdapat kasus cacar monyet atau *monkey pox* (Mpox) di wilayahnya. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes, Ratu Ani Nuraeni, dalam pernyataannya di Serang. Ratu Ani menjelaskan bahwa meskipun Provinsi Banten berdekatan dengan Jakarta, yang diketahui memiliki beberapa kasus cacar monyet, situasi di Kota Serang masih dalam keadaan aman. Ia menegaskan, "Sampai saat ini tidak ditemukan adanya kasus cacar monyet di Kota Serang. Sekiranya ditemukan satu kasus saja, itu dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB), mengingat penyakit ini termasuk dalam penyakit menular." Walaupun tidak ada kasus positif yang tercatat, pihaknya tetap menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan. Langkah utama yang disarankan adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh masyarakat. "Upaya pencegahan harus terus dilakukan, termasuk dengan menerapkan PHBS supaya kita semua dapat menjaga kesehatan dan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk cacar monyet," imbuhnya. Dalam penjelasannya, Ratu Ani juga menggarisbawahi bahwa penyebaran cacar monyet dapat terjadi melalui hubungan seksual yang tidak normal, seperti hubungan sesama jenis, serta melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Seseorang yang terjangkit biasanya akan menunjukkan gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening, munculnya ruam merah yang sangat menyakitkan, hingga demam yang berlangsung. "Adalah penting bagi kita untuk memahami bagaimana virus ini menular. Jika ada anggota keluarga atau individu lain yang mengalami masalah kulit yang mencurigakan sebagai gejala cacar monyet, segera bawa mereka untuk mendapatkan perawatan medis. Jika hal ini diabaikan, akan ada risiko tinggi untuk menularkan virus kepada orang lain," ujarnya. ANTARA