**Borneonews - Jakarta**, Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2024 mengingatkan kita akan perjalanan 79 tahun negara ini sebagai mitra setara dalam komunitas global dan kontribusinya terhadap perdamaian dunia. Upacara bendera Merah Putih yang dilaksanakan di halaman Istana Negara Nusantara, yang merupakan ibu kota baru Indonesia, menjadi momen bersejarah yang menarik perhatian dunia.
Berbagai negara di seluruh dunia menyampaikan ucapan selamat dan harapan untuk keberhasilan serta kemakmuran Indonesia. Para pemimpin negara serta duta besar mereka yang berada di Indonesia juga menorehkan pesan yang sama. Salah satu contohnya adalah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia. Ia berharap agar hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat semakin diperluas, mencakup berbagai aspek seperti keamanan kawasan Indo-Pasifik, transisi energi bersih, dan transformasi digital.
Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan optimisme bahwa rakyat Indonesia akan menikmati kebahagiaan dan kemakmuran pada perayaan hari kemerdekaan yang ke-79, serta mengharapkan hubungan persahabatan antara kedua negara semakin diperkuat. Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Kucukcan, merasa yakin bahwa prospek hubungan Turki-Indonesia ke depan akan semakin cerah dan kerja sama bilateral di berbagai sektor akan semakin kokoh.
Perhatian dunia terhadap Indonesia seharusnya menjadi pengingat akan pentingnya diplomasi dalam menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain serta komunitas internasional, terutama dalam mempertahankan kepentingan bangsa dan berkontribusi pada inisiatif global yang sedang berlangsung.
**Solidaritas Asia-Afrika**
Indonesia, yang saat itu baru berusia sepuluh tahun, telah berperan sebagai pelopor solidaritas Asia-Afrika melalui Konferensi Bandung, yang dikenal sebagai Konferensi Asia-Afrika, pada bulan April 1955. Konferensi tersebut menjadi inti kelahiran Gerakan Non-Blok sebagai alternatif bagi negara-negara berkembang yang baru merdeka untuk terlepas dari pengaruh kekuatan super global saat itu.
Inisiatif tersebut memberikan legitimasi bagi Indonesia untuk terus berperan sebagai pemimpin dalam mewujudkan kemakmuran bersama bagi rakyat Asia dan Afrika. Untuk itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 di Bali pada bulan September mendatang.
Direktur Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Siti Nugraha Maulidiah, menyatakan bahwa konferensi ini akan menjadi platform bagi Indonesia untuk membantu negara-negara Afrika dalam memajukan pembangunan dan ekonomi mereka serta meraih Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan Tujuan Pembangunan Afrika 2063.
Indonesia berharap dapat menghadirkan delegasi dari 28 negara utama di Afrika yang mewakili lebih dari setengah populasi benua tersebut, dan menargetkan nilai transaksi sebesar USD 3,5 miliar antara pelaku bisnis Indonesia dan Afrika. Sambutan positif datang dari negara-negara Afrika terhadap inisiatif Indonesia ini, seperti yang diungkapkan oleh Duta Besar Mozambik, Belmiro Jose Malate, yang berharap forum internasional ini dapat membantu memperkuat mekanisme kerja sama antara Indonesia dan Afrika.
Dubes Malate meyakini bahwa Mozambik dapat mencapai kesepakatan dengan Indonesia dalam mencari cara untuk melaksanakan dan membiayai program-program yang tengah diupayakan oleh kedua negara. Kepastian tersebut menunjukkan komitmen bahwa tanggung jawab untuk memajukan negara bukanlah hanya beban pemerintah, melainkan juga masyarakatnya.
**Solidaritas Palestina**
Di sisi lain, dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah pudar. Keberlanjutan advokasi Indonesia bagi rakyat Palestina di panggung dunia semakin digarisbawahi melalui diplomasi yang dijalankan. Pembukaan UUD 1945 secara tegas mengungkapkan bahwa segala bentuk kolonialisme harus dihapuskan dari muka bumi ini, karena bertentangan dengan kemanusiaan dan keadilan.
Support untuk Palestina menjadi salah satu pesan yang terus disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam setiap kesempatan, termasuk saat Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-57 di Laos pada bulan Juli lalu. Dalam sesi-sesi pertemuan, Marsudi tak henti-hentinya mengingatkan rekan-rekannya tentang pentingnya mendukung rakyat Palestina melalui seruan untuk menghentikan kekerasan dan mengakui negara Palestina dengan segera.
Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mengangkat isu Palestina di berbagai forum internasional, termasuk pada IAF ke-2 mendatang. Keyakinan bahwa Indonesia akan selalu menjadi pendukung utama perjuangan kemerdekaan Palestina diungkapkan oleh Duta Besar Palestina, Zuhair Al-Shun. Ia menyatakan bahwa rakyat Palestina merasa sejalan dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat serta pemimpin Indonesia yang merayakan peringatan kemerdekaan ke-79 pada tanggal 17 Agustus lalu.
Perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-79 bukan hanya hari besar bagi rakyat Indonesia, tetapi juga bagi kami, rakyat Palestina, ujar Al-Shun.
Inisiatif dan komitmen Indonesia di kancah global semakin menarik minat negara-negara lain untuk mengandalkan Indonesia dalam mencapai tujuan nasional mereka. Negara-negara tersebut semakin yakin bahwa kolaborasi dengan Indonesia akan memberikan manfaat bagi mereka. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus menjaga kepentingan dan misinya di tingkat global sembari memenuhi tanggung jawabnya sebagai negara yang makmur dan aman. Hal ini semakin mendesak mengingat tantangan baru yang akan dihadapi Indonesia di arena internasional, seperti ketidakstabilan geopolitik, krisis pangan dan energi, serta dinamika ekonomi yang akan berdampak pada kehidupan rakyat secara domestik.
ANTARA
Hari Kemerdekaan, Diplomasi Indonesia dan Solidaritas Global
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







