**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengumumkan dimulainya proses pengisian awal atau *impounding* untuk Bendungan Leuwikeris. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan air di Provinsi Jawa Barat.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Leuwikeris memiliki beberapa misi penting. Di antaranya adalah untuk meningkatkan volume penampungan air, sehingga pasokan air untuk irigasi lahan pertanian dapat terjamin dengan baik. Selain itu, bendungan ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku serta membantu mengurangi risiko banjir di daerah sekitar.
Basuki menekankan pentingnya keberadaan bendungan ini, terutama mengingat bahwa lokasi Sungai Citanduy saat ini belum memiliki bendungan. Kehadiran Bendungan Leuwikeris diharapkan dapat menjamin kontinuitas pasokan air ke lahan pertanian, terutama saat musim hujan yang seringkali menyebabkan banjir, serta saat musim kemarau yang biasanya mengakibatkan kekurangan air.
Kementerian PUPR, melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, telah melaksanakan proses *impounding* di Bendungan Leuwikeris, yang terletak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Proses ini menjadi tahap krusial sebelum operasional penuh bendungan dimulai. *Impounding* dilaksanakan dengan penutupan pintu pengelak untuk mulai mengisi waduk, yang juga menjadi sinyal bahwa bendungan tersebut sudah siap untuk diresmikan.
Seiring dimulainya *impounding*, BBWS Citanduy berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan air. Diharapkan, proses pengisian waduk ini dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai kapasitas optimal, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat setempat.
Bendungan Leuwikeris direncanakan memiliki total kapasitas penampungan air sebesar 81,44 juta meter kubik dengan area genangan seluas 242,90 hektare. Manfaat utamanya meliputi irigasi bagi Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara di Ciamis dan DI Manganti di Cilacap. Selain itu, bendungan ini juga akan menjadi sumber air baku dengan kapasitas 845 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, serta Ciamis.
Lebih lanjut, Bendungan Leuwikeris memiliki potensi untuk berfungsi sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas 2 x 10 megawatt (MW) dan berperan sebagai pengendali banjir. Selain memenuhi kebutuhan utilitas, bendungan ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata serta untuk konservasi air tanah.
Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Bendungan Leuwikeris mencapai Rp3,5 triliun. Proses konstruksinya telah dimulai sejak tahun 2016 dan direncanakan selesai pada tahun 2024, dibagi menjadi tujuh paket pekerjaan.
Pembangunan bendungan ini dibagi dalam tujuh paket, di mana Paket I dilaksanakan oleh Konsorsium PT Pembangunan Perumahan dan PT Bahagia Bangun Nusa, yang bertanggung jawab atas konstruksi tubuh bendungan utama dan fasilitas umum. Paket II dikerjakan oleh PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya untuk menggali bangunan pelimpah.
Selanjutnya, Paket III dikerjakan oleh PT Hutama Karya, yang bertanggung jawab atas galian terowongan pengelak, pembangunan jalan akses, serta Jembatan Citanduy. Paket IV dikerjakan oleh Konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, dan PT Basuki Rahmanta Putra, yang melakukan pembetonan spillway dan pekerjaan electrical serta hydromechanical.
Paket V ditangani oleh PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya, sedangkan Paket VI dan VII dilaksanakan oleh PP-MARFRI-BAHAGIA BANGUN NUSA konsorsium, yang fokus pada konstruksi lanjutan tubuh bendungan dan intake.
ANTARA
Pembangunan Bendungan Leuwikeris, Solusi Ketahanan Air Jabar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







