**Borneonews - Sumatera Utara**, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pembangunan pusat riset genom di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) yang terletak di Sumatera Utara merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan yang diadakan pada Indonesia Solar Summit 2024 di Jakarta, Luhut menjelaskan bahwa pusat riset ini bertujuan untuk mengembangkan benih unggul bagi berbagai tanaman pangan, seperti kentang, bawang putih, bawang merah, dan cabai. Langkah ini, menurut Luhut, sangat diperlukan mengingat tantangan global berupa ketidakstabilan geopolitik dan perubahan iklim yang tengah terjadi saat ini.
Dalam 23 tahun ke depan, kita berharap dapat melihat hasil dari benih terbaik untuk tanaman seperti kentang, bawang, dan cabai, ungkapnya dengan optimis.
Pusat riset TSTH2 yang berlokasi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, sedang dalam proses pembangunan sejak tahun 2021 dan dikelola oleh Institut Teknologi Del. Selain difokuskan pada pengembangan benih unggul untuk tanaman hortikultura, TSTH2 juga berfungsi sebagai laboratorium untuk riset tanaman herbal.
Kerja sama dengan Beijing Genomic Institute menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan TSTH2. Luhut menyebutkan bahwa China telah berhasil dalam memproduksi obat-obatan herbal dari tanaman langka, menunjukkan keunggulan dalam pemanfaatan teknologi genomik.
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dilangsungkan dengan Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 5 Agustus, Luhut menyatakan bahwa tahap awal pengembangan TSTH2 akan melibatkan penanaman berbagai jenis tanaman herbal dari kekayaan flora langka Indonesia di area seluas 5 hektare.
Pusat riset ini akan memanfaatkan teknologi *genomics* atau rekayasa genetika untuk mengembangkan obat-obatan herbal yang memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa ada 32.013 ramuan pengobatan tradisional serta 2.848 spesies tumbuhan yang telah diidentifikasi sebagai bahan baku obat tradisional, suatu potensi besar yang akan dikembangkan melalui TSTH2.
Saat ini, pembangunan TSTH2 berada di tahap kedua dan direncanakan akan diresmikan pada bulan depan. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ketahanan pangan serta memanfaatkan potensi tanaman herbal nasional secara optimal.
ANTARA
Pembangunan Pusat Riset Genom di Toba untuk Ketahanan Pangan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rumah Pribadi di Kuala Kapuas Jadi Tempat Berlindung 18 Kucing Terlantar
Pembangunan Jembatan Walter Condrad Kotim Ditarget Rampung Desember 2026
Sastra Tutur Dayak Terancam Terpinggirkan, Masyarakat Diajak Lestarikan Bahasa Daerah
Faridawaty Apresiasi Walikota Palangka Raya Terbuka soal Banpres Rp10 Miliar, Dorong Daerah Lain Transparan
Bupati Kotim Tinjau Pembangunan Rumah Anak Korban Perundungan
Pengepul Pertalet di Kapuas yang Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng beli BBM Subsidi dengan Harga Rp 470 per Jeriken
Komentar (0)
Memuat komentar…







