YOGYAKARTA –
**Borneonews - Kulon Progo**, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan perlunya penambahan 173 dokter spesialis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah tersebut. Saat ini, Kulon Progo hanya memiliki 117 dokter spesialis, sehingga masih diperlukan 56 dokter lagi. Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami, menuturkan bahwa keberadaan dokter spesialis sangat penting untuk memberikan perawatan yang berkualitas di rumah sakit umum milik pemerintah. Di wilayah ini, terdapat dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), yaitu RSUD Wates yang bertipe B dan RSUD Nyi Ageng Serang dengan tipe C. Selain itu, terdapat tujuh rumah sakit swasta yang semuanya bertipe D. Untuk meningkatkan layanan kesehatan di RSUD tersebut, jelas Sri Budi, diperlukan banyak sumber daya manusia, terutama dokter spesialis. Dalam analisis mengenai kebutuhan sumber daya manusia pada tahun 2024, kabupaten ini memerlukan 173 dokter spesialis dengan beragam keahlian. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Kulon Progo berencana melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan memfasilitasi badan layanan umum daerah (BLUD). Selain itu, peningkatan kompetensi melalui program pendidikan dokter spesialis (*PPDS*) juga direncanakan. Terkait rekrutmen, pada tahun 2024 akan dibuka formasi untuk 12 dokter spesialis. Formasi tersebut mencakup spesialis anak, spesialis anestesi dan terapi intensif, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis paru, spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis THT-KL, spesialis urologi, spesialis kulit dan kelamin, serta spesialis radiologi. Selain melalui jalur rekrutmen, Pemkab Kulon Progo juga memberikan kesempatan bagi dokter umum untuk mengikuti program pendidikan spesialis. Anggaran pendidikan untuk program ini disediakan oleh Kementerian Kesehatan, yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh dokter di wilayah tersebut. "Mereka bisa mendapatkan beasiswa untuk pendidikan spesialis ini atau mengikuti *PPDS* secara mandiri," tambah Sri Budi. Namun, saat ini Pemkab Kulon Progo masih mengalami keterbatasan anggaran yang menyebabkan belum bisa menyediakan dana untuk program pendidikan dokter spesialis. Meskipun demikian, melalui langkah rekrutmen dan peningkatan kompetensi, dikelola secara bertahap, diharapkan kebutuhan dokter spesialis dapat terwujud di daerah ini. ANTARA