PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sedang intensif melakukan pengawasan partisipatif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pada 27 November 2024. Dalam upaya ini, Bawaslu melibatkan sejumlah siswa dari berbagai sekolah untuk memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan jujur dan adil. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melibatkan semua lapisan masyarakat dalam mengawasi tahapan proses demokrasi. Ketua Bawaslu Kota Pontianak, Ridwan, mengungkapkan bahwa program ini menyasar pemilih pemula, khususnya mereka yang berusia 17 tahun. Pada acara sosialisasi yang berlangsung pada hari Rabu, Ridwan menekankan pentingnya para siswa terlibat dalam pengawasan pemilu. "Kami mengajak adik-adik untuk lebih peduli terhadap agenda kebangsaan dan berperan sebagai pengawas pemilu partisipatif," ujarnya. Ridwan menjabarkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para siswa tentang esensi dari pengawasan partisipatif. Rangkaian aktivitas ini dimulai dengan penyampaian informasi di sekolah-sekolah, di mana Bawaslu juga mengundang siswa untuk turut ambil bagian sebagai pengawas. Diharapkan, para pelajar yang mendapat pemahaman dari sosialisasi ini dapat menyebarluaskan pengetahuan yang mereka peroleh kepada teman-teman di lingkungan sekolah serta di rumah masing-masing. "Kami berharap mereka dapat menyampaikan informasi ini kepada teman-teman mereka, baik di sekolah maupun di rumah," tambah Ridwan. Meskipun saat ini belum ada pengaduan resmi yang diterima dari kalangan pemilih pemula, Ridwan menegaskan Bawaslu akan terus mendorong masyarakat untuk memberikan informasi awal terkait potensi pelanggaran yang mungkin terjadi. "Apabila mereka belum memberikan laporan, kami meminta mereka minimal dapat memberikan informasi awal, mengingat keterbatasan sumber daya manusia Bawaslu di tingkat kota hingga kelurahan," jelasnya. Ridwan juga menggarisbawahi betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu, sejalan dengan slogan Bawaslu yang berbunyi *"Bersama Rakyat Awasi Pemilu."* Dia juga mendorong semua pemilih, termasuk pemula, untuk berperan aktif dalam menjaga integritas proses pemilu dengan melaporkan segala bentuk kecurangan yang mungkin dijumpai. "Kami mengajak semua pihak, mulai dari pemilih pemula hingga yang dewasa, untuk melaporkan jika menemukan adanya kecurangan dalam proses pemilu," tutupnya. ANTARA