**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengonfirmasi bahwa proses perundingan mengenai Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa, yang dikenal dengan istilah *Indonesia - EU Comprehensive Economic Partnership Agreement* (IEU CEPA), akan segera diselesaikan sebelum pergantian pemerintahan yang dijadwalkan pada Oktober 2024.
Dalam pernyataannya yang disampaikan di Jakarta, Zulkifli Hasan menyatakan, "IEU CEPA akan kita selesaikan." Perundingan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang dalam perdagangan antara kedua pihak, Indonesia dan Uni Eropa, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menambahkan bahwa saat ini perundingan IEU CEPA telah memasuki tahap finalisasi. Ini mencakup penyusunan undang-undang yang terkait dengan perjanjian tersebut. Berbagai isu yang menjadi fokus dalam perundingan mencakup perdagangan barang, ketentuan asal barang, serta perkembangan dan pengaturan perdagangan jasa.
Isu lainnya yang tengah dibahas juga meliputi investasi, pengadaan pemerintah, transparansi dalam regulasi, penyelesaian sengketa, dan ketentuan institusional. Selain itu, topik tentang hak kekayaan intelektual, badan usaha milik negara, kerja sama ekonomi, dan peningkatan kapasitas juga menjadi bagian penting dari perundingan yang berlangsung.
Aspek lain yang diperhatikan dalam IEU CEPA mencakup subsidi, kebijakan *anti-fraud*, serta pengelolaan energi dan bahan mentah. Pihak perunding juga memberi perhatian khusus pada usaha kecil dan menengah, serta hambatan teknis perdagangan yang mungkin muncul.
Data perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa menunjukkan bahwa pada tahun 2022, total nilai transaksi tercatat sebesar 33,2 miliar dolar AS. Dalam periode yang sama, ekspor Indonesia ke Uni Eropa mencapai 21,5 miliar dolar AS, sementara impor dari pihak Uni Eropa mencapai 11,7 miliar dolar AS.
Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Uni Eropa pada tahun lalu meliputi minyak kelapa sawit beserta fraksinya, asam lemak monokarboksilat industri, batu bara, tembaga, dan sepatu berbahan dasar kulit. Di sisi lain, barang-barang yang diimpor Indonesia dari Uni Eropa pada tahun tersebut termasuk pipa dari besi dan baja, obat-obatan, vaksin, mesin pembuat bubur kertas, serta kertas atau karton yang telah didaur ulang.
ANTARA
Perundingan IEU CEPA Antara Indonesia dan Uni Eropa Akan Selesai Sebelum 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Komentar (0)
Memuat komentar…







