JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan komitmennya untuk memutuskan rantai pasok pangan yang selama ini dianggap terlalu panjang, mulai dari petani hingga pasar. Langkah ini diambil untuk menciptakan distribusi yang lebih efisien dan menjaga kestabilan harga bagi konsumen. Dalam kunjungan kerjanya ke Pasar Minggu, Jakarta, Sudaryono menyampaikan bahwa penting untuk memotong rantai distribusi yang melelahkan antara petani sebagai produsen dan pasar sebagai konsumen. “Tugas saya sebagai Wakil Menteri Pertanian adalah menjadikan proses ini lebih singkat dan efektif,” ujarnya. Dengan mempersingkat jalur distribusi, diharapkan pemantauan pergerakan stok di pasar dapat dilakukan dengan lebih baik. Hal ini juga akan memungkinkan identifikasi kebutuhan pangan yang berbeda antar kota. Pasar induk yang sering menerima pasokan dari berbagai daerah, seperti Ponorogo, menjadi salah satu fokus utama dalam penyediaan kebutuhan pangan. Sudaryono mengungkapkan bahwa pemantauan yang teliti akan memudahkan identifikasi daerah-daerah yang mengalami kekurangan barang dan menentukan titik pengiriman yang tepat. “Jika harga barang meroket di suatu tempat, kita perlu segera mencari tahu dari mana pasokan harus dikirim,” tuturnya. Dia menyoroti bahwa kelangkaan barang di pasar tidak selalu disebabkan oleh ketidaktersediaan, melainkan karena ketidakseimbangan dalam distribusi. Terkadang, barang mungkin melimpah di satu wilayah tetapi langka di yang lainnya. “Menjamin distribusi yang seimbang adalah hal yang sangat penting. Berkat teknologi seperti satelit dan *internet*, kita dapat memantau pergerakan barang secara langsung, sehingga keputusan yang diambil dapat lebih tepat sasaran,” tambahnya. Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa Kementerian Pertanian tidak hanya mengutamakan aspek produksi, tetapi juga distribusi pangan. Kementerian berupaya memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat didistribusikan dengan baik, sehingga stabilitas harga dapat terjaga di pasaran. Dia juga menggarisbawahi perlunya perkuatan di sektor hilir agar sistem distribusi pangan dapat dioptimalkan. “Kami terus berupaya agar setiap bagian dalam kementerian ikut berkontribusi untuk penyempurnaan sistem distribusi yang lebih efisien dan efektif,” ungkapnya. Kementerian juga menetapkan stabilitas harga pangan sebagai salah satu prioritas utama mereka. Sudaryono menjelaskan, “Kami sedang berusaha untuk menghindari fluktuasi harga yang dapat berdampak negatif pada masyarakat dengan memastikan pasokan yang proporsional dan distribusi yang efisien.” Dengan memanfaatkan sistem yang terintegrasi dan berbasis teknologi, diharapkan efisiensi distribusi pangan di seluruh nusantara dapat ditingkatkan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan distribusi dapat berjalan lancar, tanpa adanya penumpukan yang tidak perlu,” katanya. Wakil Menteri tersebut menekankan pentingnya kerjasama antara petani, pasar, dan pemerintah untuk mencapai tujuan ini. “Semua pihak harus bersinergi agar pasokan pangan dapat sampai ke tangan konsumen dengan harga yang adil dan stabil,” pungkasnya. Melalui langkah tersebut, Sudaryono berharap untuk mempersingkat rantai pasok pangan, yang pada akhirnya akan mengurangi biaya distribusi serta meningkatkan kesejahteraan bagi petani dan konsumen. Kementerian Pertanian berencana terus memantau serta mengevaluasi efektivitas langkah-langkah yang diterapkan demi memastikan hasil yang optimal bagi semua pihak yang terlibat. ANTARA