BANDUNG –
**Borneonews - Garut**, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) telah mengerahkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk menangani ancaman kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai respons untuk mencegah meluasnya kebakaran yang telah berlangsung. Agung Firmansyah, Polisi Hutan Muda BBKSDA Jawa Barat, menyatakan bahwa tim saat ini fokus memastikan tidak ada penambahan api di kawasan tersebut. Upaya pemadaman kebakaran hutan sudah dimulai sejak Selasa, 20 Agustus, melibatkan berbagai elemen, termasuk kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah setempat. Menurutnya, perkembangan proses pemadaman menunjukkan bahwa api dapat dikendalikan dengan baik. Hal ini terlihat dari tidak adanya kepulan asap di hutan Gunung Guntur. "Proses penanganan kebakaran sudah menunjukkan hasil yang baik. Kami dapat mengendalikan situasi sejak kemarin," katanya. Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan serta menerapkan metode sekat bakar untuk memutus penyebaran api ke lahan hutan lainnya. Saat ini, perhatian khusus difokuskan pada kawasan Blok Citiis, yang merupakan jalur pendakian di Kecamatan Tarogong Kaler. Kawasan ini memiliki habitat satwa dan tumbuh-tumbuhan yang perlu dilindungi. "Upaya sekat bakar sangat penting untuk mencegah api merambat ke area yang belum terbakar. Jadi, tim kami bekerja di Blok Citiis," ujar Agung. Di lokasi kebakaran, lahan yang terdampak mencakup Blok Cigenjreng, Blok Cilopang, dan Blok Tegal Saeutik, dengan total area yang terbakar diperkirakan sekitar 200 hektare. "Saat ini, luas area yang terbakar hampir 200 hektare, dan kami bersyukur tidak ada lagi asap di Gunung Guntur," tambahnya. Sementara itu, Iptu Sona Rahadian Amus, Kepala Polsek Tarogong Kaler, menjelaskan bahwa kebakaran ini terdeteksi pertama kali pada Senin malam, 19 Agustus 2024. Sekalipun telah dilakukan pemadaman oleh petugas gabungan, api saat itu belum dapat sepenuhnya dipadamkan. Proses pemadaman tersebut tergolong sulit, mengingat lokasinya yang terpencil dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor, termasuk mobil pemadam kebakaran. "Titik kebakaran berada jauh di dalam hutan, dan kami memastikan lokasi tersebut tidak mendekati pemukiman warga," tutupnya. ANTARA