**Borneonews - Sigi**, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sigi, Polda Sulawesi Tengah, AKBP Reja A Simanjuntak, menegaskan bahwa seluruh personel yang tergabung dalam jajaran polres dan polsek setempat telah siap untuk mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2024.
Dalam sebuah simulasi yang berlangsung di Desa Maku, Reja A Simanjuntak menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan pengamanan pilkada di Kabupaten Sigi. "Simulasi Sistem Pengamanan (*Sispam*) Kota hari ini adalah langkah awal untuk menyiapkan pengamanan pilkada yang akan datang," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa sebanyak 380 personel Polres Sigi terlibat dalam simulasi pengamanan tersebut. "Kedepannya, kami akan meminta dukungan tambahan dari Polda Sulawesi Tengah, baik dari Satuan Samapta maupun Brimob Polda untuk memperkuat pengamanan selama proses pilkada hingga semua tahapan selesai," tambahnya.
Dalam melaksanakan tugas, setiap personel diharapkan tetap berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah mereka masing-masing. Pihaknya juga menekankan pentingnya netralitas selama pilkada berlangsung. Kami menegaskan kepada seluruh personel Polres Sigi untuk tetap netral, sesuai dengan Pasal 28 Undang-Undang Polri Nomor 2 Tahun 2002, yang melarang anggota Polri terlibat dalam politik praktis, jelasnya.
Reja A Simanjuntak menekankan perlunya profesionalisme dalam menjaga Kamtibmas di setiap tahapan pilkada. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pemetaan wilayah rawan kerawanan selama pilkada perlu dilakukan. "Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah kondisi geografis yang menyulitkan akses ke tempat pemungutan suara (TPS) tertentu," kata beliau.
Untuk memastikan kelancaran logistik, terutama di TPS yang terletak di daerah pelosok, personel akan memulai perjalanan mereka lebih awal. "Kami sudah merencanakan agar personel yang bertugas di TPS berangkat tiga hari sebelum pemungutan suara berlangsung, guna memastikan semua logistik tiba tepat waktu," tambahnya.
Berdasarkan analisis dari Baintelkam Polri, terdapat beberapa potensi kerawanan dalam pelaksanaan pilkada, seperti dugaan ketidaknetralan penyelenggara, kekurangan atau tertukarnya surat suara, keterlambatan pengiriman logistik ke TPS, serta praktik *money politics*. Selain itu, isu SARA juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal yang dapat mengganggu keamanan.
Dengan persiapan yang matang, Polres Sigi berkomitmen untuk menyelenggarakan pilkada yang aman dan teratur demi terciptanya demokrasi yang sehat di daerah tersebut.
ANTARA
Polres Sigi Siapkan Pengamanan Pilkada Serentak 2024 dengan Matang
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







