JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa ketidakpastian yang melanda pasar keuangan global telah menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun demikian, terdapat beberapa risiko yang masih harus diwaspadai di masa mendatang. Perry Warjiyo dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada bulan Agustus 2024, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan mencapai 3,2 persen pada tahun 2024, dengan kecenderungan penurunan. Ia merujuk pada kondisi ekonomi Amerika Serikat yang diprediksi akan melambat pada paruh kedua tahun 2024 akibat penurunan permintaan domestik. Di sisi lain, kondisi ekonomi Tiongkok saat ini belum menunjukkan kekuatan yang signifikan, sementara ekonomi di kawasan Eropa terus mengalami perbaikan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat berpotensi mengakibatkan peningkatan angka pengangguran dan turunnya inflasi, yang diproyeksikan bergerak ke arah target inflasi jangka panjang sebesar 2 persen. Perkembangan ini, menurut Perry, menimbulkan ekspektasi yang kuat terkait dengan kemungkinan penurunan *Fed Funds Rate* lebih cepat dan lebih signifikan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penurunan imbal hasil (*yield*) pada obligasi pemerintah AS, khususnya US Treasury dengan tenor 2 tahun, menjadi salah satu dampaknya, diikuti oleh penurunan yield pada tenor 10 tahun dan melemahnya mata uang dolar AS dibandingkan dengan berbagai mata uang lainnya. Situasi ini secara positif berpengaruh pada aliran masuk modal asing ke Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Meskipun demikian, Perry mengingatkan agar tetap waspada terhadap risiko yang mungkin timbul, terutama terkait potensi resesi ekonomi di AS serta dinamika geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk peristiwa terkait pemilihan umum di AS. Perry menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan respons kebijakan untuk menghadapi dampak dari ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik. Ia menekankan bahwa langkah-langkah hati-hati akan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi negara di tengah kondisi global yang terus berubah. ANTARA