SAMARINDA –
**Borneonews - Balikpapan**, Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayor Jendral TNI Tri Budi Utomo, menekankan pentingnya peran Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) dalam menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia (NKRI) di kawasan perbatasan. Dalam sambutannya di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Pangdam Tri Budi Utomo menyatakan bahwa kehadiran Satgas Pamtas di perbatasan harus menghasilkan dampak yang signifikan untuk mengatasi potensi ancaman dari pihak-pihak yang ingin merusak kedaulatan wilayah NKRI. Penegasan tersebut disampaikan pada hari Rabu, 21 Agustus 2024. Pangdam menggarisbawahi bahwa terdapat 7.500 patok perbatasan antara Republik Indonesia dan Malaysia yang harus diawasi dan diamankan dengan ketat. Pelaksanaan tugas ini bertujuan untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalani aktivitas sehari-hari dalam suasana nyaman dan aman. Dalam upaya meningkatkan sinergi dengan masyarakat, para prajurit diharapkan untuk merancang kegiatan konstruktif yang memberikan dampak positif bagi warga di kawasan perbatasan. Selain itu, jika ditemukan patok perbatasan yang rusak, hilang, atau telah berpindah lokasi, Satgas Pamtas diinstruksikan untuk segera melakukan dokumentasi dan melaporkan kepada Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman. Pangdam menegaskan bahwa Satgas Pamtas harus terus memantau potensi pihak yang berusaha memindahkan patok batas negara. Dalam hal ini, jika terdapat pihak yang diduga melakukan perusakan terhadap patok tersebut, mereka harus dipanggil untuk melakukan klarifikasi terkait tindakan yang diambil, sebelum didokumentasikan dan dilaporkan. Seluruh prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia juga diingatkan untuk senantiasa waspada terhadap kondisi situasi dan cuaca saat melaksanakan patroli. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian baik jiwa maupun harta akibat bencana alam yang tak terduga. Sebanyak 700 prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamtas, berasal dari Satuan Yonamed 11/Guntur Geni dan Yonzipur 8/Sakti Mandraguna. Mereka ditugaskan untuk melanjutkan pengamanan di wilayah perbatasan utara Pulau Kalimantan. Pasukan ini menggantikan Satuan Yonarhanud 8/Marawaca Bhuana Cakti dan Yonarhanud 12/Satria Bhuana Prakasa, yang masa tugas pengamanan perbatasan daratnya telah selesai, demikian disampaikan oleh Mayor Jendral TNI Tri Budi Utomo. ANTARA