JAKARTA –
**Borneonews - Birmingham**, Raja Charles III melakukan kunjungan ke Southport, Inggris pada hari Selasa, untuk bertemu dengan para penyintas serta keluarga dari tiga gadis kecil yang kehilangan nyawa akibat insiden penikaman yang terjadi sebulan sebelumnya. Ketika tiba di Balaikota Southport, Raja Charles disambut oleh ratusan warga yang berbaris dengan antusias, bersorak dan bertepuk tangan menyambut kehadirannya. Suasana haru terlihat jelas ketika raja turun dari kendaraan dan membaca berbagai tanda penghormatan yang diletakkan di antara rangkaian bunga, balon, serta mainan yang dipersembahkan oleh masyarakat. Selanjutnya, Raja Charles bertatap muka dan berbincang sejenak dengan beberapa warga yang hadir. Momen tersebut menciptakan kedekatan emosional antara raja dan masyarakat setempat. Setelah berinteraksi dengan para penyintas dan keluarga korban, Charles kemudian menandatangani buku ucapan belasungkawa yang telah disediakan sejak serangan itu terjadi. Dalam buku tersebut, ia menuliskan namanya beserta tanggal dan kalimat, "dengan simpati terdalam". Di samping memenuhi permintaan untuk bertemu dengan anggota keluarga yang kehilangan, Charles juga berinteraksi dengan masyarakat yang telah berupaya menjaga persatuan kota tersebut setelah terjadinya kerusuhan yang menyusul insiden penikaman. Kerusuhan tersebut dipicu oleh penyebaran informasi palsu mengenai identitas penyerang, yang menimbulkan ketegangan anti-imigrasi di berbagai daerah di Inggris, dan hal ini sangat disesalkan oleh keluarga korban. Sehubungan dengan kerusuhan yang terjadi, lebih dari 1.000 orang telah ditangkap dan hampir 600 orang di antaranya menghadapi tuntutan hukum. Tindakan tegas ini mencerminkan respon pemerintah dan aparat keamanan dalam menghadapi situasi yang mengancam ketertiban masyarakat. ANTARA