SURABAYA –
**Borneonews - Situbondo**, Pengelolaan objek wisata Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah pengunjung. Peningkatan ini terjadi menyusul penutupan sementara Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen akibat adanya aktivitas vulkanik yang meningkat. Johan Setiawan, Kepala Balai Taman Nasional Baluran, menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat hingga mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Ia menyatakan, "Kami menduga bahwa terjadi lonjakan ini sebagai dampak dari penutupan TWA Kawah Ijen, sehingga banyak wisatawan yang beralih mengunjungi TN Baluran." Beberapa waktu lalu, pihak pengelola Taman Nasional Baluran mencatat kedatangan pengunjung yang cukup awal, sekitar pukul 04:00 WIB. Hal ini menjadi perhatian khusus karena menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi taman nasional tersebut. Dalam menghadapi situasi ini, pihak pengelola berencana untuk melakukan pengetatan terhadap sejumlah aturan, termasuk jam kunjungan dan ketentuan lainnya. Johan menambahkan, "Kami harus lebih ketat dalam penerapan aturan seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke TN Baluran." Selain faktor penutupan TWA Kawah Ijen, peningkatan jumlah pengunjung juga dipicu oleh perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata. Kondisi jalan yang kini memadai membuat akses menjadi lebih mudah, mengubah pola kunjungan yang awalnya didominasi oleh pengamatan satwa menjadi kunjungan massal. "Seperti yang kami amati, pola kunjungan sudah berubah. Dulunya, pengunjung datang untuk mengamati satwa dengan serius, namun kini banyak wisatawan yang datang untuk menikmati pengalaman wisata massal, berkat infrastruktur jalan yang telah diperbaiki," ungkap Johan Setiawan. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan pengelolaan Taman Nasional Baluran dapat terus meningkatkan pelayanan dan menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan tersebut. ANTARA