BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 1.619 pemudik bertolak menggunakan KM Binaiya dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tujuan Semarang, Senin (27/6/2016).

“Peningkatan terjadi 100% dibanding biasanya. Nanti H-7 pasti akan lebih banyak lagi,” kata Kepala Pelni Cabang Sampit, Lamson Ompusunggu, Senin (27/6/2016).

Senin, sekitar pukul 06.00 WIB satu kapal diberangkatkan melalui Pelabuhan Sampit, yakni KM Binaiya tujuan Semarang yang mengangkut sekitar 1.619 penumpang. Jumlah penumpang yang diberangkatkan hari ini naik 100% dibanding hari-hari sebelumnya. Kapal Pelni belakangan ini biasa mengangkut sekitar 1.300 penumpang, sekarang mencapai 1.619 penumpang.

Diprediksi arus mudik melalui laut akan terus meningkat hingga puncaknya pada H-7 nanti. Untuk itu Pelni, KSOP, Pelindo III dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kotim sudah berkoordinasi untuk mengantisipasi puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah pada H-7 hingga H-5 lebaran nanti. Pada H-7 nanti ada dua kapal yang akan diberangkatkan yakni milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Dharma Lautan Utama.

Tiket kedua kapal tersebut sudah habis terjual sehingga dipastikan jumlah penumpangnya sangat banyak. Pengaturan akan dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang kedua kapal tersebut.

“Kami optimistis semua penumpang akan terangkut. Perhitungan kami, pemudik yang balik ke Sampit usai lebaran 2015 sampai sekarang sekitar 24.500 orang sedangkan kapasitas sekitar 24.000 penumpang. Jadi masih memungkinkan,” kata Kepala KSOP Sampit, Benny Noviandinudin.

Benny mengimbau masyarakat yang hendak mudik segera membeli tiket selagi masih tersedia. Warga yang tidak memiliki tiket diingatkan untuk tidak ke pelabuhan karena dipastikan tidak akan dilayani. Pemberlakuan pembatasan kapasitas serta penjualan tiket secara online, membuat toleransi penambahan penumpang tidak mungkin lagi dilakukan.

Musim mudik lebaran tahun ini ada 21 keberangkatan kapal yang melayani pemudik dari Pelabuhan Sampit terhitung mulai H-15. Terdiri 13 keberangkatan kapal milik PT Pelni dan 8 keberangkatan kapal milik PT Dharma Lautan Utama.

Jumlah pemudik yang berangkat melalui Pelabuhan Sampit tahun ini diperkirakan sekitar 25.000 orang. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit optimistis jumlah keberangkatan yang tersedia akan mencukupi untuk mengangkut seluruh penumpang. (RAFIUDIN/m)