**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk menjadikan Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) XI yang berlangsung. Dalam sebuah konferensi pers yang dihelat di Jakarta Convention Center, Bahlil menyampaikan, "Hingga saat ini, tidak ada pembahasan terkait isu Presiden Jokowi yang ingin menjadi Ketua Dewan Pembina. Saya sudah lakukan diskusi dan nyatanya tidak ada pembicaraan mengenai hal itu."
Dia menjelaskan bahwa Munas tersebut fokus pada tiga agenda utama, yaitu pemilihan ketua umum, pengesahan program kerja, serta pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (*AD/ART*). Meskipun demikian, Bahlil tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk kemungkinan Presiden Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, seperti yang ramai diperbincangkan sebelumnya. "Di negara demokrasi ini, siapa pun memiliki hak untuk berdoa," tuturnya.
Kendati demikian, Bahlil menyebutkan, jika doa tersebut dikabulkan oleh Tuhan, maka akan menjadi suatu kenyataan. "Jika doanya diijabah oleh Allah, maka itu pasti akan menjadi nyata," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menanggapi tudingan bahwa posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar didapatkan melalui intervensi pemerintah. Ia mengklaim, dukungan yang diperolehnya datang dari mayoritas suara pengurus partai di berbagai daerah. "Sangat tidak tepat untuk mengatakan bahwa semua inisiatif berasal dari pemerintah," tegasnya, menekankan bahwa itu adalah sebuah kesalahan.
Sebelumnya, dalam gelaran Munas XI Partai Golkar, Bahlil Lahadalia telah disetujui untuk menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar untuk periode 2024-2029. Sekitar waktu yang sama, berbagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat 1 dan 2 juga menyampaikan dukungan mereka.
Ketua Pimpinan Sidang Munas XI Partai Golkar, Adies Kadir, dalam sebuah pertanyaan kepada peserta, meminta persetujuan apakah semua hadirin setuju untuk menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk periode mendatang.
Sebelumnya, Bahlil telah disepakati sebagai calon tunggal untuk posisi tersebut, setelah sukses dalam tahap pendaftaran dan mengungguli Ridwan Hisjam, yang tidak lolos.
Di agenda berikutnya, Munas XI Partai Golkar dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada pukul 18.30 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil akan secara resmi ditetapkan sebagai pemimpin partai yang berlogo pohon beringin.
ANTARA
Bahlil Lahadalia Tegaskan Jokowi Tak Jadi Ketua Dewan Pembina Golkar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
Komentar (0)
Memuat komentar…







