**Borneonews - Sumatera Barat**, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan tim ke Pulau Mentawai untuk memetakan wilayah yang berpotensi terdampak bencana gempa bumi dan tsunami, khususnya di zona megathrust. Tim yang ditugaskan terdiri dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kemensos yang telah terpilih, serta bekerja sama dengan tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menjelaskan bahwa tim ini berangkat pada malam sebelumnya untuk menjalankan tugas *mapping* di zona yang rawan mengalami aktivitas megathrust. Hal ini diungkapkan setelah mensos melakukan kunjungan ke Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus Alyatama yang berada di Jambi.
Lebih lanjut, Mensos Risma menyatakan bahwa masyarakat, mulai dari tingkat kampung, desa, hingga kelurahan di wilayah yang termasuk dalam peta rawan bencana tersebut, akan mendapatkan pelatihan mengenai teknik penyelamatan diri dari dampak gempa dan tsunami. Pelatihan ini akan dilakukan oleh tim Tagana.
Dalam persiapan mitigasi bencana, tim juga akan menyiapkan berbagai hal teknis, termasuk penyediaan sarana di zona-zona evakuasi. Hal ini merujuk pada hasil pemodelan yang telah dilakukan oleh BMKG. Proses ini telah dilakukan oleh Tagana di 1.132 Kampung Siaga Bencana yang didirikan oleh Kementerian Sosial di seluruh Indonesia.
Target darianya adalah agar masyarakat di Mentawai dapat memahami dengan baik teknik evakuasi mandiri jika bencana terjadi. Untuk itu, posko-posko pengungsian akan disiapkan lebih awal oleh tim. Sebelumnya, lokasi posko tersebut sering terpusat di kantor gubernur, bupati, dan camat. Namun kini, lokasi pengungsian akan menyebar hampir di setiap kampung untuk memudahkan proses pendistribusian bantuan saat bencana melanda.
Mensos menekankan pentingnya mempercepat penanganan korban bencana. Dengan cara ini, diharapkan respon dapat dilakukan lebih cepat. Merubah pendekatan yang ada, mereka mempersiapkan skema pendirian tenda darurat yang dilengkapi dengan pelayanan dapur umum.
Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG melaporkan bahwa Indonesia dikelilingi oleh 13 zona megathrust berdasarkan peta sumber bahaya gempa (PuSGen) yang diterbitkan pada tahun 2017. Zona megathrust ini merupakan tempat pertemuan antar-lempeng tektonik yang memiliki potensi besar untuk memicu terjadinya gempa yang kuat serta tsunami.
Di antara 13 zona tersebut, segmen megathrust Selat Sunda dan segmen Mentawai-Siberut merupakan ancaman terbesar yang perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan, menurut catatan BMKG, kedua segmen itu belum pernah mengalami gempa besar selama ratusan tahun.
Segmen megathrust Mentawai-Siberut terletak di barat Sumatera, sedangkan segmen Selat Sunda meliputi sebagian wilayah selatan Jawa dan Bali. Potensi gempa untuk Sismic Gap Megathrust (SGM) Mentawai-Siberut diperkirakan mencapai magnitudo 8,9, sementara Selat Sunda diprediksi dapat mencapai 8,7. Oleh karena itu, ilmuwan, termasuk mereka dari BMKG, terus mengingatkan akan pentingnya langkah-langkah mitigasi kepada pemerintah, masyarakat, serta pihak terkait lainnya, karena ancaman bencana ini bisa terjadi kapan saja.
ANTARA
Kemensos Siapkan Tim Mitigasi Gempa dan Tsunami di Mentawai
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







