PONTIANAK –
**Borneonews - Kubu Raya**, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, yang terletak di Kalimantan Barat, terus melakukan upaya serius dalam penanganan stunting. Langkah-langkah yang diambil mencakup skrining anemia, pemberian tablet tambah darah yang optimal bagi remaja putri, serta pemantauan kehamilan secara rutin. Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, menegaskan bahwa pemerintah juga memastikan agar ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah serta makanan tambahan bagi mereka yang mengalami kekurangan energi kronik. Hal ini penting untuk mencegah kemungkinan stunting pada anak yang dilahirkan. Selain dalam hal gizi, perhatian khusus juga diberikan pada pemantauan pertumbuhan balita. Promosi *ASI* eksklusif dan pemberian makanan pendamping *ASI* (MPASI) yang kaya protein hewani bagi bayi di bawah usia dua tahun menjadi prioritas dalam program kesehatan. Yusran menyatakan bahwa penanganan masalah gizi diperlukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Kubu Raya. Lebih dari itu, Yusran juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi remaja, ibu hamil, serta keluarga secara keseluruhan. Salah satu fokus dari program ini adalah untuk mengurangi perilaku buang air besar sembarangan (*BABS*), yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak. "Kami tidak hanya fokus pada tindakan medis, tetapi juga berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat akan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam mencegah stunting," tambah Yusran. Dalam upaya mengurangi prevalensi stunting, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak hanya bergantung pada program kesehatan yang ada, tetapi juga mencoba mengatasi masalah dari perspektif sosial dan ekonomi. Langkah-langkah integratif ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif. Sebagai tindak lanjut, pemerintah berencana untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap hambatan yang dihadapi dalam pengurangan angka stunting. Melalui evaluasi ini, diharapkan kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran, selanjutnya mempercepat upaya pengentasan stunting dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut. "Kami optimis bahwa dengan upaya yang maksimal, prevalensi stunting dapat ditekan hingga akhir tahun ini, bahkan bisa berada di bawah target nasional," ungkap Yusran. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, penanganan masalah stunting diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ini merupakan langkah yang sangat penting untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa yang akan datang. "Kami telah melaksanakan sebelas item intervensi untuk stunting, di mana intervensi spesifik ini mempengaruhi sekitar 30 persen dari total angka prevalensi stunting. Ini adalah langkah nyata kami dalam usaha menurunkan angka prevalensi di daerah ini," tutup Yusran. ANTARA