BOGOR –
**Borneonews - Bogor**, Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengungkapkan bahwa pembangunan *skytrain* di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dilakukan dengan menggunakan skema bisnis. Asmawa menjelaskan bahwa rencana tersebut didorong melalui konsep B2B (*Business to Business*), yang merupakan interaksi bisnis antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Ia menambahkan bahwa konsep ini telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III, Mohammad Abdul Ghani. PT Perkebunan Nusantara III akan berkolaborasi dengan investor dari sektor swasta sebagai pengelola *skytrain* di lokasi wisata tersebut. "Direktur Utama PTPN sudah menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi, bahkan menegaskan, 'ayo dengan PTPN saja', mengingat PTPN juga memiliki banyak lokasi wisata," papar Asmawa. Dengan tegas, ia menekankan bahwa pembangunan *skytrain* di Puncak bukanlah sekadar rencana yang tidak jelas. Sejak awal, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk merealisasikan proyek ini. "Kami sudah bersurat kepada pemerintah pusat, seperti ke Kementerian Perhubungan. Khususnya, BPTJ (*Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek*) memberikan respon positif di pertemuan yang dilakukan di Puncak," tambahnya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, juga menjelaskan bahwa pembangunan *skytrain* ini bertujuan untuk menata kawasan wisata Puncak yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. "Usulan ini bertujuan agar semua destinasi wisata di Puncak, terutama di area hulu, saling terhubung," ungkapnya. Rencana Pemkab Bogor terkait penyediaan *skytrain* meliputi enam stasiun yang akan menghubungkan titik-titik penting dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass, yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Titik awal *skytrain* direncanakan berada di area parkir bus Gunung Mas, diikuti oleh perluasan Rest Area Gunung Mas, Pakis Hill, Pinus Forest, Bukit Sumbul, dan diakhiri di Puncak Pass. Proyek ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata dan mendukung kemajuan sektor pariwisata di kawasan tersebut. ANTARA