SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan penghargaan Anugerah Widya Wiyata Dharma Samya kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara puncak Dies Natalis ke-60 yang berlangsung pada hari Rabu. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh, pejabat, atlet, dan mitra yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang olahraga serta pengembangan pendidikan di Indonesia. Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, mengungkapkan bahwa penghargaan ini diharapkan bisa memotivasi lebih banyak individu untuk berprestasi dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan dan olahraga di tanah air. Dalam kesempatan ini, Khofifah menyampaikan bahwa perayaan Dies Natalis ke-60 Unesa merupakan momen istimewa yang diwarnai dengan kehadiran seribu anak yatim. Khofifah berharap doa yang dipanjatkan oleh anak-anak tersebut dapat memberikan berkah untuk kemajuan Unesa, sehingga institusi pendidikan ini semakin berkembang dan mendunia. Ia juga menekankan pentingnya peran Unesa dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, terutama dengan perencanaan untuk membuka kampus baru di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mantan Menteri Sosial itu memberikan pujian atas komitmen Unesa dalam membangun SDM berkualitas demi mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Selain itu, dengan keanggotaan Unesa dalam Forum Rektor Indonesia (FRI), diharapkan dapat berkontribusi dalam pembuatan peta jalan pendidikan nasional serta mempercepat kemajuan bangsa. Khofifah juga berharap bahwa keterlibatan Unesa dalam usaha ini bisa menciptakan sinergi antara pencapaian akademis dan pendekatan spiritual, selaras dengan nilai-nilai yang diusung dalam sila pertama Pancasila. Ia mengucapkan selamat kepada Unesa atas keberhasilan menyelenggarakan Dies Natalis yang ke-60, dengan harapan agar Unesa terus berjaya dan berprestasi. Pada tahun ini, selain Khofifah, Anugerah Widya Wiyata Dharma Samya juga diberikan kepada sejumlah tokoh lainnya. Di antaranya, Zainudin Amali yang dikenal sebagai inisiator Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), serta Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, yang dikukuhkan sebagai Bapake PAUD Suroboyo. Penghargaan juga diberikan kepada Alimuddin sebagai Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN; Bonifasius Belawan Geh, Bupati Mahakam Ulu; dan Tanoto Foundation. Selain itu, beberapa dosen berprestasi dari Unesa seperti Nadi Suprapto dan Binar Kurnia Prahani juga mendapatkan penghargaan yang sama. Di sisi olahraga, atlet-atlet berprestasi seperti Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Tony Ricardo Mantolas, Mario Suryo Aji, dan Marselino Ferdinan Philipus juga diakui atas prestasi mereka. ANTARA