JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pusat penelitian genom yang berada di Taman Sains dan Teknologi Herbal serta Hortikultura (TSTH2) yang terletak di Sumatera Utara merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Pembangunan pusat penelitian genom ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas berbagai jenis tanaman pangan, termasuk kentang, bawang putih, bawang merah, dan cabai. Menurut Luhut, inisiatif tersebut penting guna menghadapi tantangan geopolitik yang sedang berlangsung serta perubahan iklim yang tidak bisa diabaikan. Pada acara 2024 Indonesia Solar Summit yang berlangsung di Jakarta, Luhut menyampaikan harapannya bahwa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, masyarakat dapat melihat hasil dari benih unggul yang dikembangkan, seperti kentang, bawang, dan cabai. TSTH2 yang berlokasi di Distrik Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dibangun pada tahun 2021 dan saat ini dikelola oleh Institut Teknologi Del. Luhut menambahkan bahwa selain tujuan menciptakan benih tanaman hortikultura yang unggul, pusat ini juga akan berfungsi sebagai laboratorium untuk pengembangan tanaman herbal. Dalam proses pengembangannya, TSTH2 bekerja sama dengan Beijing Genomic Institute, yang memiliki pengalaman dalam memproduksi obat herbal dari tanaman langka. Luhut mengungkapkan bahwa tanaman herbal dari berbagai jenis tanaman langka Indonesia akan ditanam di lahan seluas lima hektar sebagai langkah awal dalam program ini. Luhut menekankan bahwa TSTH2 akan mengintegrasikan teknologi genom, atau rekayasa genetik, untuk meningkatkan kemampuan produksi obat herbal yang memenuhi standar yang ditetapkan. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan terkait Penelitian Tanaman Obat dan Obat Herbal, terdapat sekitar 32.013 ramuan herbal tradisional dan 2.848 spesies tumbuhan yang telah diidentifikasi sebagai tanaman obat tradisional. Saat ini, pusat penelitian TSTH2 tengah memasuki fase kedua pembangunan dan direncanakan akan diresmikan pada bulan September mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor kesehatan dan ketahanan pangan di Indonesia. ANTARA