BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu telah melaksanakan program edukasi terkait penanganan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa megathrust dengan magnitudo mencapai 8,9. Kegiatan ini ditujukan kepada semua lurah di wilayah tersebut agar informasi yang diberikan dapat disebarluaskan kepada masyarakat. Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, menjelaskan bahwa tujuan dari edukasi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penyelamatan gempa kepada para lurah. “Kami berupaya agar para lurah dapat menyampaikan pengetahuan yang relevan kepada komunitas mereka mengenai cara-cara penyelamatan saat terjadi gempa,” ungkapnya. Di samping penyuluhan, BPBD juga terlibat dalam pemasangan tanda-tanda evakuasi di area pantai. Usaha ini merupakan bagian dari rencana mereka untuk melakukan pemetaan jalur evakuasi yang lebih efektif demi keselamatan warga. Lebih lanjut, Will menambahkan bahwa personel BPBD dalam keadaan siaga mengingat bahwa gempa, bahkan tsunami, bisa terjadi sewaktu-waktu. Hal ini sejalan dengan pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Apapun yang akan terjadi, baik itu bencana dengan dampak signifikan atau tidak, BPBD Kota Bengkulu sudah mempersiapkan diri. Jika kami mengalami kekurangan sumber daya manusia, kami tidak ragu untuk meminta bantuan dari lembaga lain,” tegasnya. Dalam diskusinya, Will juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya melaksanakan tindakan penyelamatan yang sederhana, seperti bersembunyi di bawah meja saat gempa terjadi. Ia berharap masyarakat dapat mempraktikkan langkah-langkah ini demi keselamatan mereka. Sebelumnya, BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang menghimbau semua warga Provinsi Bengkulu untuk tetap tenang dan waspada terkait potensi gempa megathrust Enggano. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik dengan adanya isu ini, mengingat bahwa Provinsi Bengkulu memiliki potensi kegempaan yang cukup tinggi,” ungkap Yoki Gustiawan, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Kepahiang. Yoki menjelaskan bahwa di Provinsi Bengkulu terdapat dua segmen potensi gempa, yaitu megathrust Enggano dan megathrust Mentawai-Pagai dengan magnitudo 7,9. Dampak langsung dari segmen-segmen ini akan dirasakan di Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara. Ia juga mengingatkan bahwa jika segmen gempa megathrust Enggano terjadi, maka masyarakat dapat merasakan dampaknya berupa tsunami. Namun, Yoki berharap semoga peristiwa tersebut tidak terjadi di Provinsi Bengkulu. “Kami tetap waspada dan berdoa, karena kapan terjadinya bencana ini adalah hal yang tidak bisa kita prediksi,” tuturnya. Melihat potensi bencana ini, Yoki menghimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pantai, agar segera melakukan evakuasi secara mandiri jika merasakan gempa yang berlangsung lama, tanpa harus menunggu perintah dari pemerintah atau pihak berwenang lainnya. ANTARA