JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, keenamakan komunitas seni dengan mengadakan pelatihan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola sanggar tari di wilayah tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Fred Modouw, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang khusus bagi para pimpinan grup sanggar tari yang fokus pada kesenian tradisional. Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 2024, dengan target kehadiran sekitar 100 peserta. Fred menjelaskan tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat kemampuan kelompok seni tradisional maupun kontemporer yang mengelola sanggar tari di 139 kampung dan lima kelurahan di daerah ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan seni pertunjukan di seluruh kabupaten. Melihat antusiasme yang tinggi dari para seniman di Kabupaten Jayapura, Fred menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam kegiatan positif, termasuk seni tari baik modern maupun tradisional. Dia menambahkan, melalui sanggar tari, nilai-nilai budaya Papua, terutama di Kabupaten Jayapura, bisa dijaga dan dilestarikan dengan baik. Dengan cara ini, diharapkan kebudayaan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang dengan cara yang menarik melalui tari dan lagu. Pelatihan yang dirancang ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola, tetapi juga untuk mengarahkan pengembangan dan pembinaan seni tradisional dengan lebih terstruktur. Fred menegaskan bahwa grup dan sanggar merupakan dua entitas yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman yang jelas agar pengembangan seni di kampung dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pihaknya ingin melakukan pendataan ulang terhadap jumlah grup dan sanggar kesenian yang ada di Kabupaten Jayapura. Hal ini bertujuan agar dukungan dari pemerintah dapat lebih terarah. Fred mengungkapkan bahwa informasi mengenai jumlah grup dan sanggar selama ini masih belum terdata dengan baik, sehingga bantuan yang diberikan, baik dari pusat maupun daerah, belum dapat diprioritaskan. Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura mencatat terdapat sebanyak 30 grup dan sanggar seni yang tersebar di 19 distrik di wilayah ini. Dalam pelatihan nantinya, juga akan ada alokasi bantuan uang pembinaan sebesar Rp100 juta yang akan diberikan kepada 10 grup dan sanggar tari, dengan syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. ANTARA