PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng mengingatkan masalah kesehatan jiwa Indonesia masih tergolong tinggi berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023.

Berdasarkan data SKI 2023, masalah kesehatan jiwa pada penduduk 15 tahun keatas yang dinilai dengan menggunakan SRQ masih cukup tinggi.

Angka survei menunjukan sebesar 2 persen dan sebanyak 0,25 persen diantaranya mempunyai pikiran mengakhiri hidup dalam satu bulan terakhir.

Prevalensi depresi di Indonesia pada penduduk umur 15 tahun keatas sebesar 1,4 persen dengan prevalensi depresi paling tinggi ada pada kelompok usia 15-24 tahun, yaitu sebesar 2 persen, kemudian diikuti lansia 1,9 persen.

“Depresi merupakan penyebab bunuh diri yang cukup tinggi,” sebut Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, dalam orientasi skrining kesehatan jiwa di Palangka Raya, baru baru ini.

Walaupun memiliki prevalensi depresi tertinggi, kelompok anak muda yang mencari pengobatan masih rendah yaitu hanya 10,4 persen.

--page

Data SKI 2023 juga menunjukkan bahwa rumah tangga yang memiliki ART dengan gangguan jiwa psikosis atau skizofrenia berdasarkan gejala dan diagnosis sebesar 3 persen dan 6,6 persen diantaranya pernah dipasung. (HERMAWAN DP/j)