JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, telah meluncurkan *Asia Zero Emission Center* atau Pusat Emisi Nol Asia. Pusat ini dirancang sebagai sarana untuk bertukar informasi, melakukan kajian kebijakan, dan mengembangkan proyek-proyek yang berkaitan dengan transisi energi. Dengan demikian, diharapkan pusat ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi negara-negara anggota *Asia Zero Emission Community* (AZEC) dalam menyusun visi, peta jalan, dan kebijakan terkait energi yang berkelanjutan. Dalam pembukaannya di *AZEC 2nd Ministerial Meeting* yang diadakan di Jakarta, Airlangga mengungkapkan harapannya agar pusat ini mampu mendukung pengembangan peta jalan dan kebijakan yang diperlukan untuk mencapai dekarbonisasi. Dia mengajak seluruh anggota AZEC untuk aktif bekerja sama dengan pusat ini dalam upaya transisi energi. Airlangga menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya dan keahlian yang ada di *Asia Zero Emission Center* sangat penting untuk mempercepat langkah menuju emisi nol bersih. Pendirian pusat ini berlandaskan semangat kolaborasi dari semua pihak yang terlibat dan merupakan kelanjutan dari *AZEC Leaders Joint Statement* yang ditandatangani pada bulan Desember tahun lalu di Tokyo, Jepang. Lebih jauh lagi, Airlangga menjelaskan bahwa lembaga ini akan berperan krusial dalam mendukung perkembangan energi terbarukan, efisiensi energi, serta praktik-praktik keberlanjutan di berbagai sektor ekonomi. Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan dan agenda *zero-emission*, hasil kajian dari lembaga ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan inovasi di kawasan Asia. “Menyatukan pemerintah, pemimpin industri, dan para ahli adalah tujuan dari *Asia Zero Emission Center*, yang diharapkan dapat diakui sebagai pusat penelitian dan inovasi bagi berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Airlangga. AZEC merupakan inisiatif untuk mengurangi emisi yang pertama kali dicetuskan oleh Perdana Menteri Jepang pada *COP 26* di Glasgow dan resmi diluncurkan saat *KTT G20* di Bali pada 14 November 2022 oleh Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida. Saat ini, negara-negara yang tergabung dalam AZEC meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Brunei, dan Australia. ANTARA