BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjung Pandan**, Pemerintah Kabupaten Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah melakukan upaya optimal dalam menangani masalah keluarga miskin ekstrem. Langkah ini diambil dengan cara memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Walaupun jumlah keluarga miskin ekstrem di daerah ini tergolong rendah, yakni sebanyak 22 jiwa dari 10 Kepala Keluarga (KK), pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus terhadap isu ini. Penjabat Bupati Belitung, Mikron Antariksa, menyatakan bahwa penanganan kasus ini perlu segera dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah daerah meluncurkan berbagai program. Salah satunya, menggandeng sektor swasta melalui *Corporate Social Responsibility* (CSR). Selain itu, program bantuan langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turut menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Mikron Antariksa mengungkapkan optimisme bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah dan pihak swasta akan berbuah hasil. Ia berharap, pada Oktober 2024, Kabupaten Belitung dapat mencapai target nihil kasus keluarga miskin ekstrem. Pemkab Belitung juga bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mendistribusikan bantuan sosial. Mikron menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, karena tanpa kerjasama yang efektif, upaya penanganan masalah ini tidak akan berjalan dengan maksimal. Lebih lanjut, pemerintah daerah telah melaksanakan program-program yang bertujuan untuk meringankan beban biaya hidup bagi keluarga miskin ekstrem. Upaya ini meliputi penyediaan bantuan sembako serta bantuan untuk usaha, yang bertujuan untuk memfasilitasi ruang usaha bagi keluarga-keluarga tersebut. Dengan memberikan kemudahan akses bagi keluarga miskin ekstrem, diharapkan mereka dapat memperoleh sumber penghasilan yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses menuju kesejahteraan bagi mereka yang saat ini masih hidup dalam keadaan sulit. ANTARA